Palestina: Sebelum Dan Sesudah Zionisme

Oleh : Dr. Saiful Bahri, M.A.

Disampaikan dalam Daurah Palestina Spirit of Aqsa (19/11/2017)

  • Palestina Pra Zionisme

Asal kata Palestina adalah dari suatu kaum di Asia Kecil bernama Palest (orang pantai dari Pulau Kareta) yang masuk tempat ini sekitar tahun 1200 SM. Atau dari kata (فلس) “kulit” dan (طين)  artinya “tanah” mengisyaratkan profesi penduduknya sebagian besar bercocok tanam (petani). Atau dari kata (philist) yang berarti orang yang kasar/perkasa (Jabbârîn). Seperti yang diisyaratkan dalam Firman Allah,

Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa…” (QS. 5:22)

Kata “Palestina” mulanya dipakai untuk daerah musuh-musuh Israel, yaitu orang Filistin. Pertama kali dipakai Herodutus untuk menamai daerah di selatan Suriah. Dengan ejaan Palestina, kemudian istilah ini dipakai Bangsa Romawi juga. Sebelumnya, tahun 8000 SM ditemukan kota tertua di tempat ini “Ariha” (Jericho). Pada 2500 SM, Palestina berubah nama menjadi bernama Bumi Kan’an karena hijrahnya kaum Kan’an ke Palestina.

Kan’an adalah istilah yang lebih tua (dari Palestina), punya sejarah serupa (menjadi musuh Israel) pada abad 14 SM terbatas hanya meliputi daerah tepi pantai, lalu dengan ditaklukkannya daerah pedalaman oleh bangsa Kanaan, istilah itu dipakai untuk seluruh tanah di sebelah barat lembah Yordan.

Tahun 1900 SM, Nabi Ibrahim & Nabi Luth hijrah ke Suriah sampai ke “Kan’an” Palestina. Karena paceklik, mereka akhirnya pindah ke Mesir. Adapun Nabi Musa as menjelajahi Palestina sekitar tahun 1300 SM. Pengikut beliau; Yusa’bin Nun juga pernah singgah di Palestina tahun 1190 SM.

Palestina berada di masa keemasan antara tahun 1004-923 SM (Nabi Daud as & Sulaiman as). Kerajaan Sulaiman nantinya terbagi dua di bagian Utara bernama “Israel” yang dihancurkan Bangsa Asyuria (Syarjon II), dan kerajaaan “Yahuda” di Selatan yang dihancurkan Nabucadnezar.

Pada 539-332 SM Palestina dikuasai Kaum Persia, kemudian jatuh ke tangan Yunani tahun 332-63 SM. Dan diambil alih oleh Romawi 63 SM – 636 M. Inilah tiga bangsa besar yang pernah menjajah & menguasai Palestina pada awalnya.

Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra. menaklukkan Baitul Maqdis pada tahun 637 M (16 H). Adapun Daulah Islamiyah berkuasa di Palestina 636-917 M. Sempat direbut Tentara Salib dalam perang salib 1099 M (493 H) selama 88 tahun, namun dapat direbut kembali oleh Shalahuddin Al-Ayyubi pd 27 Rajab 583 H/2 Oktober 1187 M.

Pada tahun 1099-1118 M tentara Perang Salib menaklukkan Yerusalem & mengubah ‘Dome of the Rock‘  (Qubbatussakhra’) menjadi Gereja Kristen & Mesjid Al-Aqsha sebagai markas tentara. Kemudian Shalahuddin menaklukkan kembali Yerusalem tahun 1187 M dan Sultan Sulaiman memperbaiki ‘Dome of the Rock’ pada tahun 1537 M.

  • Sekilas tentang Zionisme

Zionisme berawal dari ide seorang wartawan Yahudi, Herzl yang prihatin melihat kondisi masyarakat Yahudi dunia yang mendapat perlakuan diskriminatif di berbagai negara di Eropa. Semua ideologi ini pada akhirnya mengerucut pada bangkitnya kekuatan Yahudi dunia.

Dengan segala potensi pada akhirnya mereka mampu menguasai jalur-jalur penting dunia, seperti perbankan, media massa, dan politik. Karena itu, mereka dapat membentuk opini dunia tentang penindasan yang dialami Yahudi dalam Perang Dunia. Yang terbesar adalah klaim sepihak atas tanah Palestina sebagai milik Yahudi yang diwarisi dari nenek moyang mereka sebagai janji Tuhan.

Ideologi Zionisme, terlepas dari masih adanya pro kontra di dalam masyarakat Yahudi, adalah pelajaran berharga tentang kegigihan mereka yang berkomunitas kecil itu memperjuangkan ideologinya, tahap demi tahap hingga berhasil mendirikan Negara Israel.

Zionisme adalah gerakan yang mencita-citakan negara yang murni ras Yahudi. Ideologi ini tidak memberikan ruang sama sekali (secara bertahap) bagi bangsa-bangsa dan ideologi lain untuk hidup bersama secara damai.

Zionisme berbasis rasialisme dan penjajahan. Rasialisme, karena bertolak dari negara berbasis utama Ras Yahudi & mengelasduakan ras lain. Penjajahan, karena merampas tanah dan kedaulatan bangsa lain dengan perspektif modern, di saat bangsa-bangsa dunia melawan segala bentuk penjajahan.

Ideologi Zionisme ini pada awalnya ditolak oleh sebagian besar masyarakat Yahudi, tapi dalam perkembangannya kemudian diterima atas dasar banyak peristiwa. Pada pelaksanaannya ideologi ini begitu ringkih karena tidak berpijak pada keyakinan Yahudi dan semata-mata karena kekuasaan dan uang.

Kaitan zionisme è pra zionisme (HIBBAT ZION) Yahudi Askhenazi gerakan Yahudi Polandia, Rusia dan Rumania. Rabi Zevi Kalicher dan Judah Alkalai telah mempromosikan ide untuk bermukim di Palestina sejak 1840 M. Momentum gerakan ini adalah saat terjadinya aksi kekerasan di Rusia & terbunuhnya Tsar Alexander II pada tahun 1881.

Der Judenstaat (Negara Yahudi) adalah kumpulan tulisan Theodore Herzl yang diterbitkan pada tahun 1896. Buku ini menggembar-gemborkan datangnya era Zionisme. Beberapa artikel dan buku yang mengulas ide tentang Zionisme telah bermunculan sejak awal tahun 1840 dan beberapa kelompok pengusung ide Zionisme.

Rencana Herzl untuk menciptakan sebuah negara Yahudi disertai dengan program-program yang praktis ini mengantarkan gerakan ini pada Kongres Zionis pertama di Basel, Swiss, pada bulan Agustus 1897.

Theodore Herzl, Lahir di Budapest, Hongaria, 2 Mei 1860, dari keluarga Yahudi. Keluarganya pindah ke Wina, Austria, tahun 1878. Ia menjadi sarjana hukum pada 1884 & bekerja di pengadilan Wina. Akhirnya, ia menemukan bahwa menulis adalah panggilan jiwanya, dan segera meninggalkan dunia pengadilan

Pada tahun 1891, Herzl menjadi koresponden untuk koran New Free Press yang bermarkas di Wina. Ia berada di Paris, saat menyaksikan gelombang anti-Yahudi yang menguat karena adanya pengadilan atas Alfred Dreyfus, seorang tentara Perancis berdarah Yahudi. Alfred Dreyfus dituduh atas kegiatannya sebagai mata-mata di internal angkatan bersenjata Perancis. Dreyfus dipecat secara tidak hormat di depan khalayak ramai disertai umpatan terhadap keyahudiannya dalam upacara kemiliteran pada Januari 1985. Kasus Dreyfus memotivasi Herzl untuk mencurahkan pemikiran dan tenaganya dalam membela orang-orang Yahudi.

29-31.08.1897 World Zionist Organization mengadakan seminar internasional 1 di Basel, Swiss. Atas inisiasi Theodor Hertzel bermaksud mendirikan negara Yahudi “Israel” di bumi Palestina. Permintaan otoritas Yahudi di Palestina ditolak Sultan Abdul Hamid II.

Dimulailah konspirasi untuk menjatuhkan Sultan Hamid sebagai entry point mendirikan negara Yahudi tersebut. Melalui al-Etihad wa at-Taraqqi 1909-1914 M Yahudi mendorong berdirinya Turki Baru yang sekuler.

  • Deklarasi Balfour

Deklarasi Balfour (2/11/1917) adalah janji pemukiman untuk Bangsa Yahudi di kawasan yang diberi nama Palestina. Menteri Luar Negeri Britania Raya Arthur Balfour menjanjikan kepada Lord Walter Rothschild, seorang taipan dan pemimpin komunitas Yahudi di Eropa. Teks deklarasi tersebut diterbitkan di media sepekan kemudian.

Deklarasi ini terdiri dari 119 kata, disusun oleh 25 pakar Yahudi Zionis dari berbagai negara. Chaim Weismann -Yahudi terkemuka, salah satu inisiator fanatik Zionisme- sampai turun tangan dengan 17 kali menyeberangi Samudera Atlantik.

Deklarasi atau janji Balfour tidaklah muncul tiba-tiba. Sejak perang berkecamuk pada 1914 lobi Yahudi di Eropa yang terwakili oleh Rothschild telah mengondisikan masa depan Palestina, yang nanti menjadi wilayah mandatori Inggris (saat itu Inggris tidak memilikinya, juga bukan wilayah jajahannya). Palestina, peta dengan nama khusus seperti saat ini tidaklah dikenal ketika masih berada di wilayah Ottoman. Karena saat itu terintegrasi ke wilayah yang dikenal dengan sebutan Syam. Lobi Yahudi menembus Kabinet Inggris pada Februari 1917 melalui negosiasi tingkat tinggi, melibatkan orang penting dan pemegang kebijakan di kabinet Inggris dan tokoh-tokoh Zionis. Kemudian pada 19/6 Rothschild dan Weismann, mewakili tokoh zionis mengajukan kerangka detil deklarasi publik.

Balfour menandatangi draft final deklarasi tersebut pada 29/10. Maka, sidang kabinet Britaniya 31/10 menjadi formalitas untuk menjadikannya resmi sebagai sikap negara yang diwakili Departemen Luar negeri dua hari kemudian.

 

Departemen Luar Negeri 2 November 1917

Tuan Rothschild yang terhormat

Saya sangat senang dalam menyampaikan kepada Anda, atas nama Pemerintahan Sri Baginda, pernyataan simpati terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan kepada dan disetujui oleh Kabinet.

“Pemerintahan Sri Baginda memandang positif pendirian di Palestina, tanah air untuk orang Yahudi, dan akan menggunakan usaha terbaik untuk memudahkan tercapainya tujuan ini, karena jelas dipahami bahwa tidak ada suatupun yang boleh dilakukan dan dapat merugikan hak-hak penduduk dan keagamaan dari komunitas-komunitas non-Yahudi yang ada di Palestina, ataupun hak-hak dan status politis yang dimiliki orang Yahudi di negara-negara lainnya”.

Saya sangat berterima kasih jika Anda dapat menyampaikan deklarasi ini untuk diketahui oleh Federasi Zionis.

Salam, Arthur James Balfour

  • Palestina Modern

Pada tahun 1917-1948 Yerussalem ditaklukkan oleh Inggris dan berakhir dengan pemberian kemerdekaan kepada Israel pada 14 Mei 1948, tetapi jalan masuk ke Tembok Barat atau bukit Bait Allah masih tertutup bagi mereka.

Mayoritas Israel adalah penganut Yahudi. Sebagian kecil penduduknya adalah Arab Muslim (warga Arab-Israel) 16%, ada beberapa persen beragama Kristen.

Adapun Palestina sebagian besar adalah Muslim dan sebagian kecilnya beragama Kristen-Arab Palestina. Di daerah Betlehem, hampir 30 % penduduknya beragama Kristen/Katolik.

Pendekatan Ideologis (umat Islam): semua nabi/rasul Allah dikirim ke Palestina (entah singgah atau memang berdakwah di sana), bumi yang diberkahi dan dijanjikan bagi kaum beriman (bertauhid) dan titik tempat dikumpulkannya seluruh manusia

Tahun 1914-1918 meletus Perang Dunia 1.

Setelah melalui perundingan yang alot, akhirnya disepakati bahwa wilayah jajahan Inggris (Selatan Palestina dan Selatan Iraq) dikembalikan sesuai kehendak rakyatnya. Sebagian besar masih menginginkan berada dalam wilayah Turki Usmani.

Palestina berada dalam jajahan Inggris sempurna pada Desember 1917 M, Jerussalem diduduki pada 09.12.1917 M, sepekan setelah Deklarasi Balfour.

  • Proyek Migrasi Yahudi besar-besaran dilakukan.

Tahun 1918 :   55.000 jiwa (   8 % total penduduk)

Tahun 1948 : 646.000 jiwa (31.7% total penduduk)

27.01 – 10.02.1919 diadakan Seminar Arab Palestina sebagai respon pembagian wilayah penjajahan. Dan terlaksana 7 kali seminar sampai tahun 1928 M. Muncullah Gerakan Nasional Palestina.

Di tempat lain, tahun 1924 : runtuhnya Daulah Usmaniyah

Sepanjang tahun 1918-1929 M terjadi beberapa kali gerakan perlawanan terhadap penjajahan Inggris.

Tahun 1929-1939 M, masuk wilayah politik dengan mendirikan parpol dan gerakan diplomasi, disamping gerakan perlawanan (tokoh penting: Amin Husaini, Syakib Arselan dll)

Tahun 1925 M, Izzuddin al-Qassam mendirikan gerakan “jihad” melawan Inggris, dengan membina, mempersenjatai para buruh dan petani. Hingga pada tanggal 20.11.1935 Al-Qassam gugur dalam sebuah pertempuran melawan Inggris

Revolusi besar Palestina 1936-1939 M, sebagai balasan gugurnya al-Qassam, Farhan as-Sa’dy memimpin gerakan perlawanan dan meletuslah pada 15.04.1936. Revolusi 3 tahun ini dipimpin oleh Imam Masjid al-Aqsha, Al-Hajj Amin al-Husainy.

Klimaks perlawanan terjadi di musim panas 1938 gejolak terjadi dimana-mana, Inggris terdesak sehingga meminta pasokan tentara.

Perlawanan terus terjadi dan perkembangan global juga memanas, dengan terjadinya perang dunia kedua (PD 2) [1942-1945].

Para pemimpin Revolusi Palestina yang selamat dari operasi pembunuhan mulai bergerilya lagi dan sebagian bersembunyi di luar Palestina untuk menggalang dukungan.

Yahudi berhasil memancing emosi dan memanfaatkan pembantaian di Jerman oleh Hitler yang didramatisir sebagai Holoucost bahwa “mereka tak memiliki tempat yang aman”.

Terjadilah migrasi besar-besaran Yahudi ke Palestina

Pada 29.11.1947 Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi nomer 181 yang membagi wilayah Palestina menjadi dua: 54,7% untuk Israel (14.400 km2) dan 44,8% untuk Palestina (11.780 km2) dan 0,5 % Jerussalem/Al-Quds wilayah Internasional di bawah Pengawasan PBB. Putusan ini ditindaklanjuti oleh kedua pihak. Israel segera mendeklarasikan diri pada 14.05.1948.

Dan Palestina serta negara-negara Arab meresponnya dengan keras karena Israel sedang merancang pendudukan yang lebih luas. Perundingan buntu dan meletuslah Perang Arab-Israel 1. Dan Israel meraih kemenangan dan berhasil menduduki 77% wilayah Palestina.

Perang 1948 meninggalkan prahara kelam. 58% penduduk Palestina terusir dari tanah air mereka. (1.190.000 orang terusir keluar dari rumah mereka) 30.000 orang terombang-ambing di dalam wilayah pendudukan Israel. 478 desa dihancurkan, terjadi pembantaian besar-besaran, yang terkenal adalah pembantaian Dir Yasin, 09.04.1949, semua penduduk desa yang berjumlah 354 orang laki-laki dan perempuan dibantai.Jumlah tentara Arab : 34.000 orang, sementara Israel yang di dukung penuh Inggris memiliki 70.000 pasukan lengkap.

Tapi faktor utama kekalahan Arab karena para penguasa menarik pasukan masing-masing sehingga terpecah-pecah kekuatannya.Gagalnya koalisi dua kekuatan penting: Mesir-Suriah 1958-1961 menjadi faktor penting renggangnya suasana regional Timur Tengah.

Tahun 1957 didirikan Gerakan Fatah, yang sebenarnya hasil binaan para aktivis Ikhwanul Muslimin di Gaza. Yaser Arafat ditahbis sebagai pimpinannya. 1957-1963, IM terlibat dalam gerakan ini sampai memutuskan untuk keluar.

Pada 13.01.1964 dalam KTT Liga Arab di Cairo merekomendasikan untuk mendirikan sebuah organisasi pembebasan Palestina. Dan pada 28.05.1964, dihadiri 422 representasi Palestina dideklarasikan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina)

Pada 05.06.1967 meletus Perang Arab-Israel untuk kedua kalinya. Peperangan enam hari kali ini lebih parah sebagian wilayah Tepi Barat dan Gaza diduduki, bahkan Al-Quds juga jatuh ke tangan Israel. Dataran Sinai yang sebelumnya wilayah Mesir, seluas 61.198 km2 juga diduduki Israel. Dataran Golan wilayah Suriah seluas 1.150 km2 juga jatuh ke tangan Israel.

Tahun 1967-1970 meledaknya operasi jihad (istisyhad) sebagian dengan bom syahid. Jika tahun 1967 terdapat 12 operasi perbulannya, maka di tahun 1968 meningkat menjadi rata-rata 52 kali perbulan. Dan meningkat drastis menjadi 199/bulan pada tahun 1969, serta 279/bulan di tahun 1970. Israel merespon dengan menarget pembunuhan para pimpinan organisasi perlawanan, diantaranya tiga tokoh PLO yang dibunuh pada tanggal 10.04.1973.

06.10.1973 Meletus Perang Arab-Israel ke-3. Suriah dan Mesir mengerahkan kekuatan terbaiknya. Israel berhasil dipukul mundur dari Sinai dan Golan.

Kondisi siaga satu dengan senjata yang siap bertahan hingga 80 hari hingga ditandatangani kesepakatan penghentian perang pada 18.01.1974 yang memaksa penarikan seluruh pasukan Israel dari Sinai dan Dataran Golan.

September 1978 ditandatangi kesepakatan Camp David yang merugikan Palestina. Anwar Sadat terbunuh dalam sebuah parade militer di Mesir pada 06.10.1981 oleh salah satu pengawalnya.

08.12.1987 meletusnya intifadhah I sekaligus ditandai sebagai lahirnya gerakan perlawanan Islam (HAMAS). Syeikh Ahmad Yassin adalah pimpinan spiritualnya.

Tahun 1990-an sebagai tanda masuknya PLO ke meja-meja perundingan dengan Israel. Pada tanggal 13.09.1993 ditandatangi Perjanjian Oslo, Rabin bersedia menarik pasukannya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza serta memberi Arafat kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa “memerintah” di kedua wilayah itu. Arafat “mengakui hak Negara Israel untuk eksis secara aman dan damai”.

Tahun 1994-1998 babak baru operasi syahid sayap militer HAMAS, Izuddin al-Qasam. Terutama setelah dipicu pembantaian di Masjid al-Ibrahimy pada 25.02.1994.

Tanggal 05.01.1996 Yahya Ayyash, seorang sarjana teknik elektro yang dijuluki “Sang Insinyur” berhasil dibunuh Israel. Konon ia diincar karena menyebabkan tewasnya lebih dari 70 orang Israel.

Selama 52 tahun Israel berdiri (1948-2000) Israel berhasil menghijrahkan 2.900.000 yahudi dari berbagai wilayah di dunia, ditambah dengan populasi tahun 1948 yang mencapai 650.000 plus angka kelahiran dsb. Total populasi pada tahun 2000 mencapai 4.947.000 jiwa atau sekitar 38% dari jumlah Yahudi di dunia.

Meletusnya intifadhah kedua yang dipicu kedatangan Ariel Sharon ke halaman Masjid al-Aqsha pada 28.09.2000

Tahun 2004 beberapa tokoh penting meninggal (Syeikh Ahmad Yasin [22.03.2004], Dr. Abdul Aziz Rantisi [17.04.2004], Yaser Arafat [11.11.2004]).

09.01.2005 Mahmud Abbas Abu Mazen menang dalam Pilpres dengan 62.52%  dan resmi menggantikan Yaser Arafat sebagai Presiden Palestina. Namun, masa jabatannya berakhir pada 09.01.2009. Dikarenakan konflik internal Palestina (antara Gaza) serta agresi Israel ke Gaza 2008-2009, 2012 dan 2014. Maka hingga saat ini belum juga diadakan Pemilu.

Sementara Hamas menang dalam pemilu di Palestina pada 25.01.2006, berhasil mendapatkan 74 kursi parlemen dari 132 kursi yang tersedia.

Pada 14.06.2007 PLO mengadakan rapat darurat yang di antara keputusannya memberhentikan Ismail Haneah dari PM Palestina dan Pemerintahan bentukan HAMAS, serta mengangkat Salam Fayyadh sebagai PM Palestina baru untuk membentuk Pemerintahan Darurat pada 17.06.2007

25 Juni 2006, Shalit ditangkap oleh HAMAS yang menyerang sebuah pos tentara di Israel setelah melintasi perbatasan Jalur Gaza selatan masuk ke Israel melalui sebuah terowongan bawah tanah yang mereka gali dekat Kerem Shalom.

Tentara Israel Shalit, ditukar dengan 1027 tawanan Palestina di penjara Israel pada Selasa (11/10/2011).

Agresi Senjata Zionis Israel

Pada tahun 2008-2009 terjadi serangan ke Gaza selama 22 hari. Yaitu dari 27 Desember 2008  dan berakhir pada tanggal 18 Januari 2009.

Israel mengulangi agresi pada tahun 2012. Memborbardir Gaza selama 8 hari. Sejak tanggal 14 November hingga tanggal 21 November 2012.

Dua tahun kemudian Israel kembali menyerang Gaza pada tanggal 8 Juli hingga 26 Agustus 2014.

Palestina Kini

Luas total  semua                              : 26.990  km2.

Otoritas Palestina                              : 6.220 km2

  (Gaza : 360 km2 dan Tepi Barat : 5.860 km2)

Wilayah pendudukan Israel              : 20.770 km2

Jumlah jiwa (sensus 2010)                : sekitar 11 juta jiwa

Palestina                                            : + 4.400.000 jiwa

  (Tepi Barat: 2,5 juta jiwa; Gaza: 1,9 juta jiwa)

Israel                                                 : + 6.600.000 jiwa

Tanggal-Tanggal

29 Nopember 1947     : Pembagian Wilayah (PBB)

14 Mei 1948                : Deklarasi Negara Zionis Israel

Januari 1949                : Perang Arab-Israel 1 yang berakhir terusirnya 700.000 orang

Palestina dari rumah mereka ke Tepi Barat dan Gaza

8 Desember 1987        : Intifadhah (Meletusnya Perlawanan)

10 Oktober 1993         : Berdirinya Otoritas Palestina

29 Nopember 2012     : Palestina; Non-member Observer State (PBB)

Gambar dan Diagram

 

Kisi-kisi pilu nestapa Baitul Maqdis,

Setumpuk asa tentang iman dan harapan kemenangan,

Menyandarkan kepada Dzat yang serba maha.

Edinburgh, UK

Selasa, 07.11.2017

Bi-r-Ruh Bi-d-Dam… Nafdiika Yaa Aqsha!!!

 

Sebarkan Kebaikan!

Comments

comments