Ini Seruan Ulama Pejuang Baitul Maqdis Terkait Palestina & Suriah

Palestina, nama yang akan selalu ada di hati dan pikiran rakyat Indonesia yang mencintai kebebasan dan menolak segala bentuk penjajahan di atas muka bumi ini.

Perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kembali kemerdekaan dan kedaulatan mereka atas
tanah air mereka akan selalu mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Indonesia, baik pemerintah
maupun rakyatnya.

Hal itu karena begitu eratnya hubungan antar kedua bangsa sepanjang sejarah
kedua bangsa.
Hati dan pikiran bangsa Indonesia yg memang selama ini tidak pernah lengah terhadap perjuangan rakyat Palestina, menjadi lebih focus dan konsen setelah AS dan beberapa negara yang mengikutinya, seperti Guatemala mengumumkan bahwa mereka akan memindahkan kedutaan
negara mereka dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis pada pertengahan Mei nanti,
Keputusan konyol yang diputuskan sepihak itu tentu saja membuat dunia bergolak.

Keputusan ini sangat berbahaya dan akan sangat mengancam perdamaian dunia yang seharusnya dijaga dan
dipertahankan.

Namun sikap egois dari AS dan negara2 yg mendukungnya menyebabkan mereka mengambil keputusan konyol dan gila itu tanpa mengindahkan pandangan negara2 lain yang sangat
menginginkan perdamaian dunia.

Untuk menyikapi semua perkembangan itu, maka:
1. Hendaklah para ulama umat Islam dari seluruh dunia bersatu padu, saling bergandengan tangan
dan mengenyampingkan segala perbedaan untuk menentang dan menyuarakan perlawanan
terhadap keputusan itu.

2. Para aktifis dan relawan yang konsen terhadap perjuangan rakyat Palestina hendaknya
mendukung gerakan ulama dunia dalam menentang dan melawan keputusan konyol itu dan
berjuang dengan segenap daya untuk mencegah keputusan itu direalisasikan.

3. Para ulama dan aktifis pembela perjuangan Palestina hendaknya bersama2 melakukan
penyadaran secara massif agar segala masalah yang berkaitan dengan Palestina dan perjuangan
rakyatnya dalam membebaskan tanah mereka dari penjajahan Zionis Yahudi dapat dipahami
secara konfrehensif.

4. Di samping masalah Palestina yang menjadi pusat perhatian umat Islam dunia, kita juga tidak
lupa dengan penderitaan umat Islam di Suriah, khususnya di Ghoutah timur yang dalam beberapa hari terakhir ini mengalami pembantaian dan pembunuhan masal yang dilakukan oleh rezim Basyar dengan dukungan penuh Rusia.

Pembantaian yang korban terbanyaknya adalah anak-anak, wanita dan orang-orang tua lemah yang seharusnya mendapatkan perlindungan dunia.
Namun, sangat disayangkan dunia hanya diam melihat semua itu terjadi. Maka tentu saja sebagai umat Islam kita tidak boleh diam dan harus menyuarakan itu dalam skala nasional maupun internasional agar dunia mendengar dan memberikan perhatiannya untuk menyelesaikan konflik yang sudah memakan banyak korban itu.

Jakarta, 4 Rajab 1439 H/21 Maret 2018 M

Comments

comments