AKSI RAKYAT MELAWAN UUD YAHUDISASI PALESTINA YANG DITERAPKAN PENJAJAH ZIONIS

Spirit of Aqsa- Bethlehem | Bentrokan terjadi antara Zionis bersenjata Israel dengan rakyat sipil Palestina di berbagai wilayah di Tepi Barat yang diduduki pada Senin kemarin (01/10). Hal ini merupkan wujud perlawanan warga Palestina menuntut penghentian usaha-usaha Yahudisasi Palestina melalui Undang-Undang (UU) penjajah yang menetapkan wilayah jajahan sebagai Negara Bangsa Yahudi.

UU Yahudisasi yang sangat kontroversial ini disetujui oleh parlemen Israel (Knesset) pada bulan Juli lalu .

Aksi protes terjadi di berbagai titik di Tepi Barat.

Dalam pernyataan yang dikutip dari Ma’an News menyebutkan bahwa salah satu titik aksi terjadi di pintu masuk utara Kota Ramallah, dekat pemukiman ilegal Israel di Beit El telah terjadi bentrokan yang sengit antara pasukan Israel dan demonstran Palestina. Pemuda Palestina membakar ban dan melemparkan batu ke arah pasukan Israel, sementara tentara menembakkan peluru baja berlapis karet, serta bom air mata dan bom suara untuk membubarkan mereka.

Sumber menambahkan bahwa pasukan Israel menembak dan melukai tiga orang Palestina, termasuk seorang wartawan, dengan peluru baja berlapis karet dan beberapa lainnya menderita inhalasi gas air mata.

Menurut Perkumpulan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) di Al-Quds, bentrokan juga pecah di desa al-Eizariya dan Abu Dis, di mana lima warga Palestina ditembak dan terluka dengan peluru baja berlapis karet yang ditembakkan Israel.

Pasukan Israel juga menyerbu lingkungan Palestina di Jabal al-Mukabbir di Jerusalem Timur, yang menyebabkan bentrokan pecah dengan warga Palestina. Kejadian yang sama terjadi di beberapa titik lain seperti Qalqaliya, dsb.

“`Sebagaimana diketahui, salah satu usaha Yahudisasi terhadap wilayah-wilayah jajahan Israel di Palestina adalah dengan upaya memberlakukan “Undang-Undang (UU) Negara Bangsa Yahudi”. UU ini menetapkan sepihak status wilayah jajahan Israel sebagai negara khusus untuk bangsa Yahudi, termasuk penyebaran syiar-syiar yahudi pada simbol-simbol pemerintahan penjajah ini, seperti; lagu kebangsaan, bendera, ikon, dll. Kemudian juga menetapkan Yerusalem sebagai ibukota Israel dengan bahasa Ibrani sebagai bahasa resmi dan hak untuk berimigrasi ke Palestina bagi Yahudi di seluruh dunia.“`

➖➖➖➖➖
Join grup kabar Aqsa: bit.ly/KabarAqsa8
Follow IG @spiritofaqsa & fb.me/Spiritofaqsa
Donasi Palestina: bit.ly/JihadHartaAqsa

Comments

comments