Penjajah Israel akan Bangun 11 Ribu Permukiman Baru di Al Quds

Spirit of Aqsa | Al-Quds – Sumber-sumber media Ibrani mengungkap rencana pemerintah Zionis yang akan membangun 11 ribu unit rumah di utara Al-Quds jajahan.

Kementerian Konstruksi dan Perumahan Israel telah menerbitkan rancangan pembangunan permukiman Yahudi baru mencakup pembangunan 11.000 unit perumahan Yahudi di permukiman industri Atarot, utara Al-Quds jajahan, sebagaimana dilaporkan surat kabar Israel Hume pada Kamis (28/11).

Laporan menyebutkan, pada kuartal pertama akan dibangun di tanah Bandara Qalandiya antara Ramallah dan Al-Quds.

Rencana ini sebelumnya ditangguhkan sebagai akibat dari tekanan politik dan baru sekarang dapat diimplementasikan di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang mendukung penyelesaian masalah Israel di Tepi Barat.

Rencananya pembangunan ini akan diserahkan kepada Komite Perencanaan dan Konstruksi Israel dalam beberapa bulan ke depan. Dia menambahkan, rencana tersebut mendapat dukungan luas baik dari walikota Al-Quds, Moshe Leon dan Menteri Urusan AL-Quds, Ze’ev Elkin dan bahkan oleh kalangan oposisi di kota tersebut.

Israel Hume memprediksikan, pemerintah Donald Trump tidak akan bertentangan dengan kebijakan pembangunan di Atarot.

Pada hari Senin kemarin, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan, Washington telah meninggalkan sikapnya bahwa permukiman itu “melanggar hukum internasional”, suatu sikap kebalikan dari sikap yang diambil sebelumnya oleh Presiden AS Jimmy Carter pada tahun 1978.

Sementara bangsa Palestina menganggap permukiman itu telah merusak tujuan negara mereka di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Al-Quds Timur sebagai ibukotanya dan bahwa langkah AS akan membuat perjanjian damai dengan Israel lebih jauh dari sebelumnya.

Perwakilan utama Uni Eropa untuk urusan politik dan luar negeri, Frederica Mogherini pada hari Rabu kemarin memperingatkan, permukiman Israel mengancam solusi dua negara, tetapi ia mengatakan kembalinya negosiasi antara Palestina dan Israel adalah hal yang mungkin terjadi.

“Kami telah menegaskan bahwa permukiman ilegal di bawah hukum internasional telah mengancam solusi dua-negara,” katanya dalam pidatonya di sesi pleno Parlemen Eropa di Strasbourg.

Di pihak lain, Organisasi “Peace Now” Israel, ang berkaitan dengan kontrol penyelesaian di wilayah Palestina jajahan mengatakan dalam sebuah laporan akhir Oktober lalu bahwa Israel, telah meningkatkan pembangunan sejak kedatangan Presiden AS Donald Trump ke Gedung Putih tiga tahun lalu.

Rata-rata 6.989 unit disetujui setiap tahunnya dan hampir dua kali lipat rata-rata 3.635 unit rumah dalam tiga tahun sebelumnya,” katanya.

Para pemukim Zionis tinggal di 127 pemukiman, dengan 116 pos di Tepi Barat dan 15 pemukiman di Al-Quds jajahan.

Komunitas internasional menganggap permukiman ilegal karena dibangun di atas tanah Palestina dan mengancam solusi dua negara.(PIC)

Share:

Comments

comments