“Maaf Ustadzah Aku Nggak Bisa Nyumbang Domba”

Kisah yang sangat mengharukan, kisah ini berawal dari seorang murid. Murid yang di kelas terkenal dengan kehebohan nya.. murid yang terkenal ceria.
 
Saat itu aku sedang mengikuti MK (Madrasah Klasikal KAMMI) disitu aku bertemu dengan seorang teman di penghujung materi teman ku ini membagikan brosur SOA (Spirit of Aqsa) dan meminta tolong untuk membagi bagikannya kepada orang orang yang di sekitar masjid maupun sekolah.
Aku adalah pengajar di sebuah sekolah yang didalamnya mengajarkan kurikulum iman dan Al-Qur’an. Tiap hari anak-anak menyibukkan diri dengan Al Qur’an. Setiap hari anak-anak di tanamkan iman dalam hatinya. Sebelum diajarkan iman dan Qur’an pertama-tama anak-anak diajarkan tentang adab, bagaimana adab seorang penuntut ilmu dan adab-adab yang lain. Sehingga ketika anak-anak sudah baik adabnya maka ilmu itu akan masuk ke dalam hati mereka.
 
Aku membagikan brosur SOA tersebut kepada murid murid ku, muridku ini adalah anak-anak kelas 2 dan 3 SD, Usia yang masih sangat muda untuk memahami sebuah kata perjuangan. Setelah membagikan brosur tersebut ada seorang anak yang menghampiri ku dan bertanya dengan khasnya. “Ustadzah ini maksudnya gmna? Aku mau nyumbang tapi kalau ga domba ga apa2 ya Ustadzah?” Tanya anak tersebut dengan muka yang cerianya. Aku tersenyum dan menjawab ” tidak apa apa Sholihah, kita membantu saudara kita di Palestina semampu kita. Disini ada pilihannya nih (sambil menunjukkan brosur SOA) kalau anti mau membantu bisa juga pilihan yang buat ifthor atau bingkisan buat keluarga” anak tersebut manggut-manggut tanda bahwa ia mengerti.

kanan : Khansa Jundi Abdillah (12 tahun) kiri : Ustadzah Ayu
Selang beberapa hari, anak ini datang dan membawakan donasi nya. Dia berkata “ustadzah, ini buat saudara saudara kita di Palestina. Tapi maaf ya Ustadzah aku ga bisa nyumbang domba buat mereka” (dengan muka sedih). Disitu aku merasa ” Ya Rabb.. anak sekecil ini mereka mau menyumbang kan uangnya, sedangkan aku? Ya Allah terimakasih engkau memberikan pelajaran melalui anak ini” batinku dalam hati). Aku menjawab pertanyaan anak tersebut “tidak apa apa Sholihah, insya Allah ini akan menjadi tabungan kamu buat di surga nya Allah kelak”.
 
Kemudian anak tersebut bermain kembali bersama teman temannya. Disaat anak2 bermain aku menghitung donasi yang diberikan kepada anak tersebut untuk membantu saudara kita di Palestina. Betapa terenyuh hatiku ketika menghitungnya. Kemudian aku memanggil kembali anak tersebut. “Nak, ini kamu nyumbang segini dari siapa?” (Tanyaku pernasaran). Anak tersebut menjawab “uang aku ustadzah, itu uang tabungan aku”. Aku mengangguk dan dia melanjutkan kembali “Ustadzah, nanti kalau aku mau nyumbang lagi lewat ustadzah aja ya .. aku ga punya ATM ustadzah”. Aku tersenyum dan berkata “iya Sholihah boleh kok,, ” anak tersebut berkata lagi “ustadzah uang nya jangan dikasihkan dulu ya.. aku mau nabung lagi terus nanti aku kasihkan lagi lewat ustadzah”. (Dia berkata dengan polosnya)
 
Dalam hati ku ya Rabb… Aku bersyukur karena kau pertemukan aku dengan anak ini, banyak sekali pelajaran penting yang aku dapati Lewat anak ini.
Ya Rabb… Semoga apa yang dilakukan anak ini bisa menjadi pahala jariyah nya.. dan menjadi tabungan ke surga. Semoga kau senantiasa menjadi Jundi Allah ya nak sesuai dengan namamu. 😭😭
Semoga hafalan dan keimanan mu senantiasa bertambah dalam ketaatan kepada Allah. (Ayu)
Share:

Comments

comments