Konferensi Internasional Bela Palestina Digelar di Turki

Spirit of Aqsa, Turki – Sebuah konferensi internasional tentang perjuangan Palestina digelar si Istanbul, Turki. Konferensi yang dimulai Sabtu kemarin ini bertema, “Pertanyaan Palestina: Meneliti Sejarah, Geopolitik, dan Prospek Masa Depan”. Peserta acara tersebut dari berbagai profesi seperti akademisi, peneliti, pakar, hingga mahasiswa.

Acara ini diorganisir oleh Pusat Islam dan Global Urusan Global (CIGA) Universitas Istanbul Sabahattin Zaim, Istanbul. Diagendakan lebih dari 25 pembicara dari hampir 10 negara berpidato di konferensi tersebut.

Wakil Presiden universitas Istanbul Sabahattin Zaim, Prof. Nasuh Uslu mengatakan bahwa meskipun telah puluhan tahun mengalami pemindahan, penderitaan, penahanan, dan penghancuran, “warga Palestina masih bertahan.”

“Palestina layak mendapatkan hak politik dan hak asasi manusia mereka yang mendasar,” katanya. “Mereka juga pantas mendapatkan keadilan dan status kenegaraan.” ujarnya dalam pidato pembukaan.

Uslu meminta para ahli, akademisi dan politisi dari seluruh dunia untuk melanjutkan upaya mereka untuk mengumpulkan dukungan dan meningkatkan kesadaran tentang perjuangan Palestina.

Pembicara pada acara tersebut termasuk sejarawan Palestina Salman Abu Sitta, John B. Quigley, seorang profesor hukum di Moritz College of Law di Ohio State University, Ilan Pappe dari University of Exeter dan Kepala Mandla Mandela yang berbasis di Inggris, cucu tertua mendiang pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela.

Diskusi diperkirakan akan membahas beberapa aspek masalah Palestina, termasuk Yerusalem, hak untuk kembali, permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki, serta cobaan di Jalur Gaza yang diblokade.

Konferensi ini akan berakhir pada hari Senin dengan sesi berjudul “Tantangan dan Tanggapan: Lobi Pro-Israel, Normalisasi, dan Membangun Gerakan Solidaritas Transnasional.”

Share:

Comments

comments