Penjajah Israel Serang Pejuang Palestina dengan Gas Air Mata Hingga Meriam

Spirit of Aqsa, Gaza – Dari Ramallah ke Hebron, konfrontasi pecah pada hari Rabu (27/3/2019) malam di titik-titik kontak dengan pasukan penjajah Israel di Tepi Barat, dengan sejumlah korban. Di daerah Kharsa di barat daya Hebron, Rabu malam, konfrontasi meletus dengan pasukan penjajah Israel.

Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa pasukan penjajah Israel menembakkan gas air mata dan meriam suara ke warga di Kharsa, dan konfrontasi pecah di daerah itu. Pasukan penjajah Israel menangkap seorang bocah lelaki di pintu masuk ke kamp pengungsi di selatan Hebron.

Menurut sumber-sumber lokal, pasukan penjajah Israel yang berkonsentrasi di pintu masuk ke kamp pengungsi al-Fawwar di selatan Hebron menangkap Ahmad Subhi, remaja berusia 17 tahun, dan menutup gerbang besi di pintu masuk ke kamp.

Pada siang hari, 8 warga Palestina terluka oleh peluru tajam berlapis karet, salah satunya terkena tembak di kepala, dan puluhan orang mengalami sesak nafas terkena tembak meriam gas air mata, termasuk seorang fotografer dari kantor berita WAFA, Bahaa Nasr, saat pasukan penjajah Israel bertindak represif Israel terhadap pawai damai untuk mendukung para tawanan.

Menurut sumber-sumber lokal, pasukan penjajah Israel menyerang para peserta pawai dan menembakkan rentetan peluru tajam berlapis karet, meriam suara dan gas air mata ke arah para peserta pawai yang digalang oleh gerakan mahasiswa, untuk mendukung para tawanan yang mengalami serangan secara brutal oleh unit-unit represi administrasi penjara Israel. Pasukan penjajah menyerbu kampus dan menangkap tiga mahasiswa.

Akibat dari tindakan represif pasukan penjajah Israel ini, 8 pemuda terluka oleh peluru tajam dan puluhan lainnya mengalami sesak nafas, termasuk seorang fotografer dari kanto berita Wafa, Bahaa Nasr. Meriam-meriam gas ditembakkan secara massif ke arah awak media dan paramedis yang ada di daerah tersebut.

Pasukan penjajah Israel juga menyerang para wartawan yang ada di daerah itu. Mereka menembakkan gas air mata dan mereka suara ke arah para wartawan dan mengancam akan menembak mereka jika tidak meninggalkan daerah itu, serta mencegah mereka meliput peristiwa tersebut.

Sementara itu di daerah sekitar, pasukan penjajah Israel mengerahkan pasukannya untuk bersembunyi di antara pohon-pohon sebagai upaya untuk menangkap para pemuda.

Sebelumnya Gerakan Mahasiswa di Universitas Birzeit menggalang sebuah aksi protes di depan dewan mahasiswa. Mereka mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan yel-yel dan slogan-slogan yang mengutuk kejahatan penjajahan Israel terhadap para tawanan Palestina.

Share:

Comments

comments