Acara RBM, “Doa untuk Negeri” Sukses Dipadati Ribuan Peserta di Bali

Lembaga pendukung Palestina, Relawan Baitul Maqdis (RBM) gelar acara “Doa Untuk Negeri” di Princess Keisha Hotel, Denpasar pada Rabu (25/12/2019) kemarin.

Acara tersebut menghadirkan pemateri nasional yaitu Haikal Hassan Bara’as (dikenal dengan sebutan Babe Haikal) untuk menyampaikan motivasinya. Selain dua Ustadz kondang di Bali, Ust. Jawas Sokan dan Ust. Nur Asyur juga di daulat menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

“Ustadz Nur Asyur dan Ustadz Jawas Sokan sebagai pemateri, saya disini sebagai moderator. Mereka berdua orang berilmu, sementara saya ini kan cuma provokator,” ujar canda Babe Haikal ketika MC menyebut Haikal sebagai pembicara.

Penonton pun berdecak tawa ketika Babe Haikal sampaikan dakwahnya yang tegas namun sering dibalut candaan.

Ballroom Hotel Princess Keisha yang mampu menampung 1000 peserta pun tidak sanggup menyediakan kursi kepada seluruh peserta karena jumlahnya membludak.

Namun hingga sampai sesi terakhir, kegiatan Doa Untuk Negeri bisa terselenggara dengan sukses secara keseluruhan.

“Doa Untuk Negeri” Yang Sempat Diwarnai Protes Massa

Sejumlah Massa yang mengatasnamakan diri Patriot Garuda Nusantara (PGN) saat lakukan demonstrasi di depan Princess Keisha Hotel.

Sebelum kegiatan dimulai pukul 13.00 Wita pasca usai waktu Sholat Dzuhur di Denpasar, persiapan acara sempat diwarnai protes massa.

Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Patriot Garuda Nusantara (PGN) mpok warga tersebut menyatakan bahwa kegiatan ini tidak perlu dilaksanakan di Bali.

Namun aksi tersebut dihentikan paksa oleh 30 personel aparat Kepolisian yang dikerahkan oleh Polresta Denpasar untuk mengamankan kegiatan tersebut. Hal itu dilakukan karena unjuk rasa yang dilakukan PGN tidak mengantongi izin dari kepolisian serta dilakukan di hari raya umat beragama (Hari Raya Natal bagi Umat Kristiani).

Usai kegiatan berlangsung, Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra yang bertugas memimpin pengamanan dalam acara tersebut menyampaikan terima kasihnya kepada segenap panitia karena acara bisa berjalan aman dan sukses.

“Kepada panitia kami sampaikan terimakasih karena kolaborasi kita sudah bagus sekali. Sebelum kegiatan kita sudah diawali dengan arahan, bagimana cara bertindak dan dijelaskan tujuan dari dilakukannya pengamanan ini,” Ujar Kompol Gatra.

Personel aparat yang dikerahkan pun merupakan personel “sisa” yang ada karena sebagian besar dikerahkan untuk mengawal ibadah Natal di berbagai titik di Denpasar. Namun Kompol Gatra mengapresiasi karena semuanya dapat terkendali.

“Semua berakhir dengan aman dan kondusif. Acara berjalan lancar, mereka (demonstran) menyampaikan aspirasinya juga bisa, doanya pun berjalan, kami pun sebagai pihak keamanan merasa terbantu,” Ujar Kompol Gatra pada saat wawancara dengan media.

Kompol Gatra diatas Mobil Komando Kepolisian saat menghimbau massa aksi untuk segera membubarkan diri.

Terklarifikasi Lewat Konsolidasi

Usai menghalau peserta aksi pun Kepolisian melakukan konsolidasi bersama dengan panitia penyelenggara, pihak hotel serta serta Babe Haikal Hassan sendiri untuk bersama-sama saling klarifikasi terkait percikan masalah terjadi.

Konsolidasi pun berjalan dengan baik berakhir dengan komitmen polisi untuk tetap mengamankan kegiatan hingga usai dan kewenangan panitia untuk tetap menyelenggarakan kegiatan.

Konsolidasi sebelum kegiatan dimulai yang dilakukan Kepolisian bersama Babe Haikal Hassan, penyelenggara kegiatan dan pihak hotel untuk berkomitmen untuk tetap menyelenggarakan kegiatan dengan baik.

Animo Masyarakat Untuk Membantu Penderitaan Sesama

Antusias para peserta yang mengikuti kajian dan Doa Untuk Negeri

Hingga akhir kegiatan, Hamdan, selaku bendahara panitia kegiatan Doa Untuk Negeri menyampaikan jumlah donasi yang dapat dikumpulkan dalam kegiatan ini.

Hitungan kasar saat acara usai yang dilakukan panitia menyatakan bahwa dana terkumpul berjumlah kurang lebih 70 Juta rupiah. Tak hanya dalam bentuk uang, panitia pun menerima belasan perhiasan emas dan jam tangan, bahkan sumbangan barang berupa Tustel Analog 70an dan radio jadul.

Peserta pun sempat memuncakkan semangatnya ketika motivasi sedang diberikan penceramah, bahkan bercucuran air mata ketika pembacaan doa untuk sesama yang tersakiti di Palestina dan Uighur.

Ketua Panitia kegiatan, Yusuf Santiaji, S.H yang juga merupakan Pimpinan Relawan Baitul Maqdis (RBM) secara khusus sampaikan rasa terimakasihnya kepada jemaah yang setidak sudah rela mendukung kegiatan ini via doa atau sosmed hingga yang berdonasi.

“Kegiatan ini tidak akan terselnggara tanpa kiprah antum semua dari sekecil apapun. Semoga Allah Subhana Wa Ta’ala membalas segala kebaikan dan berikan hidayah-Nya bagi kita semua,” ujarnya kepada pers.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan berbagai banyak pihak sehingga penyelenggaraannya bisa berlangsung meriah. (RAB)

Babe Haikal (kiri), Ustadz Nur Asyur (Tengah) dan Ustadz Jawas Sokan (Kanan) saat diatas panggung Doa Untuk Negeri.
Sumber: Eramadani.com
Share:

Comments

comments