Dengan 4 Rudal Masing-masing 1 Ton, Israel Melumat Keluarga Sawarka di Gaza

Spirit of Aqsa | Gaza – Tidak peduli dengan norma-norma dan hukum internasional, penjajah Israel membombardir rakyat Palestina di Jalur Gaza dengan menggunakan rudal-rudal yang dilarang secara internasional dan mematikan.

Dengan mengabaikan semua moral, pasukan penjajah Israel membunuh dan menghancurkan warga sipil di Jalur Gaza, menggunakan rudal mematikan yang mengerikan terhadap orang-orang sipil tidak bersenjata yang tidak bersalah. Yang terbaru adalah pembantaian yang dilakukan pasukan penjajah Israel yang menewaskan 9 orang dari satu keluarga di Deir Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, dalam agresi terakhir yang dilakukan di Jalur Gaza dua pekan lalu.

Menurut sebuah laporan dari Departemen Teknik Kepolisian Palestina, penjajah Israel menggunakan 4 rudal jenis “GBU31”, yang bersandar pada bom jenis MK84.

Ini adalah bom udara yang dipandu dengan berat 917 kg, dengan bahan peledak di dalammnya seberat 400 kg. Ini berarti bahwa pasukan penjajah Israel menjatuhkan bom dengan berat 3668 kg dan bahan peledak dengan berat melebihi satu setengah ton di satu titik serangan.

Bom mematikan ini juga mengandalkan panduan GPS, sistem yang sangat akurat untuk mengenai target, dan sistem kendalinya disebut JDAM.

Unit bahan peledak di kepolisian Palestina dalam laporannya mengatakan, “Bom ini dilontarkan dari pesawat tempur berawak, dan digunakan untuk mengebom bangunan besar.”

Namun, pasukan penjajah Israel menggunakan bom-bom ini pada sebuah rumah pondok sederhana yang ditutupi dengan “papan-papan seng”. Hal ini menunjukkan niat penjajah Israel untuk melakukan genosida kriminal.

Penggunaan rudal ini, menurut laporan tersebut, menyebabkan rumah yang menjadi target hancur lebur dan keberadaan lenyap tak berbekas, serta menciptakan lubang kawah besar.

Sekitar dua pekan lalu, Rabu-Kamis dini hari, dua jam menjalang pengumuman gencatan senjata, sebuah rumah sederhana, di daerah Baraka, Deir Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, yang dihuni sekitar 22 orang dari dua keluarga bersaudara, dari keluarga Sawarka, menjadi target kejahatan brutal dan keji pesawat tempur penjajah Israel.

Semua anggota keluarga sedang tidur di dalam rumah. Namun teror brutal dan kebiadaban Israel telah mengubahnya menjadi potret kematian, pembunuhan dan darah. Akibatnya, 9 dari penghuni rumah gugur dan 13 sisanya terluka.

Empat rudal yang ditembakkan pesawat tempur Israel mengubah rumah sederhana itu menjadi “kuburan massal”. Darah tertumpah bercampur dengan serpihan anggota tubuh dan pasir, termasuk beberapa domba yang dipelihara oleh salah seorang dari dua bersaudara tersebut.

Ini bukan kejahatan pertama dalam catatan panjang sejarah teroris Israel, sejak tahun-tahun sebelum Nakba tahun 1948. Sejarah negara penjajah Yahudi ini penuh dengan kejahatan terorisme dan pembunuhan orang-orang sipil Palestina. Dimulai dari pembantaian Deir Yassin, pembantaian Qana, pembantaian Safsaf hingga pembantaian Jenin dan Nablus dan lainnya. Bahkan bisa jadi pembantaian di Jalur Gaza kali ini bukan yang terakhir.

Menurut data Palestina, 36 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, meninggal dan 111 lainnya terluka, dalam agresi terakhir yang dilancarkan penjajah Israel di Jalur Gaza. Yang diawali dengan pembunuhan secara tiba-tiba terhadap pemimpin senior Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islam, Bahaa Abu Atta di kampung Syujaiya di Kota Gaza, pada Selasa-Rabu, dini hari. (PIC)

Share:

Comments

comments