Penjajah Israel Masih Menahan 298 Jenazah Syuhada Palestina

Spirit of Aqsa|Ramallah – “Kampanye Nasional” untuk pemulangan jenazah para syuhada Palestina mengatakan, otoritas pendudukan penjajah Israel terus menahan 253 jenazah syuhada Palestina di “Kuburan Angka” (Tombs of Numbers) dan 45 lainnya di lemari es milik polisi Israel.

Anggota Kampanye Nasional, Salem Khalle, menjelaskan bahwa kampanye tersebut berhasil membebaskan 121 jenazah dari “kuburan angka”. Dia menegaskan bahwa penjajah Israel “adalah satu-satunya yang melanggar hak-hak orang mati dalam bentuk paling keji.” Dia menambahkan, “Keputusan Kabinet Israel untuk menahan jenazah para syuhada ini, merupakan hukuman kolektif terhadap para syuhada dan keluarganya.”

Dia meminta perlunya mengaktifkan masalah ini di forum internasional. Dia menyerukan rakyat Palestina untuk berpartisipasi dalam acara-acara pusat di Hari Nasional untuk pemulangan jenazah syuhada pada tanggal 27 Agustus dengan judul “Kami ingin anak-anak kita”.

Sementara itu, anggota Komite Nasional Isa Qaraqe, mengatakan bahwa penjajah Israel “satu-satunya yang berupaya membuat undang-undang untuk menahan jenazah para syuhada tersebut, dan terus mengklaim bahwa ekstradisi merupakan ancaman terhadap keamanannya.” Qaraqe menyamakan antara prosedur penjajah Israel yang menahan jenazah para syuhada kuburan dengan angka-angka tersebut dan prosedur yang dilakukan Nazi yang membakar jenazah korban yang tewas.

Dia memperingatkan bahwa berlanjutnya penahanan jenazah ini membuktikan kredibilitas berita yang diungkap baru-baru ini melalui media, di antaranya oleh media Israel, bahwa “Israel mencuri anggota tubuh jenazah warga Palestina dan memperdagangkannya.” Qaraqe mempertingatkan bahwa ” penjajah Israel menyembunyikan kejahatannya melalui penahanan ini, yang hingga saat ini masih ada 253 jenazah yang ditahan.”

Mohammed Abu Sunainah, pengacara untuk kasus jenazah syuhada yang ditahan Israel, menegaskan ada upaya pengelakan dan menghindar diri di pengadilan Israel terkait penahanan jenazah para syuhada tersebut. Abu Sunainah mengatakan, “Pada tahun 2017, Mahkamah Agung Israel mengeluarkan keputusan untuk memberi tangguh kepada pemerintah Israel selama enam bulan untuk mengeluarkan undang-undang yang mengizinkan penahanan jenazah-jenazah tersebut.” Lebih lanjut dia menegaskan, “Berlanjutnya penahanan jenazah para syuhada Palestina oleh penjajah Israel merupakan kejahatan perang yang dapat dihukum berdasarkan hukum internasional.

Share:

Comments

comments