Haniya: Kami Takkan Mundur untuk Hentikan Kejahatan penjajah Israel pada Tawanan

Spirit of Aqsa – Gaza | Kepala biro politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Ismail Haniya mengatakan para pemimpinan gerakan ini terus mengikuti apa yang terjadi di dalam penjara Zionis. Mereka juga terus melakukan pembicaraan dengan para pemimpin tertinggi negara lain untuk mengimbangi jalannya situasi ini, terutama apa yang terjadi baru-baru ini di penjara Negev.

Dalam sebuah pernyataan persnya yang dikeluarkan kepala biro politik Hamas yang dilansir Pusat Informasi Palestina, Senin malam (25/2) menyebutkan, pemimpinan Hamas tidak akan membiarkan aksi kejahatan ini terus berlangsung. Mereka akan melakukan segala cara untuk mendukung para keluarga tawanan dan hak-hak mereka secara adil.

Haniyeh memuji pengorbanan para tahanan yang heroik di penjara-penjara penjajah Israel. Mereka yang teguh dengan pengorbanan mereka, tidak akan membiarkan penjajah Zionis memaksakan perimbangan baru dan memaksakan kesombongan mereka, maka para tawanan adalah yang paling kuat tekadnya.

Haniyeh mengatakan, para tahanan Palestina di penjara-penjara pendudukan sedang bertempur dalam perang baru dengan ketabahan menentang semua tindakan ilegal dan pelanggaran yang dilakukan oleh para sipir Penjara penjajah Israel, di mana mereka terus mengkriminalisasi dan melancarkan kampanye serta rencana mereka untuk meningkatkan penderitaan para tahanan dan keluarganya.

Dia menekankan, kepemimpinan Hamas sedang menindaklanjuti apa yang coba dilakukan penjajah Israel pendudukan terhadap para tahanan, terutama setelah keputusan komite, “Menteri Keamanan Dalam Negeri penjajah Israel, Gilad Ardan yang memaksakan lehendaknya di dalam tahanan.

Share:

Comments

comments