Kondisi Kritis Dalam Penjara, 15 Tahanan Palestina Diambang Kematian

Spirit of Aqsa – Ramallah | Komite Urusan Tahanan pada Ahad (24/3) memperingatkan tentang kondisi kesehatan para tahanan yang kian memburuk di klinik Rumah Sakit penjara Ramallah yang sedang sekarat menghadapi kematian secara perlahan setiap harinya.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir pusat Informasi Palestina, lembaga ini mengatakan, 15 tahanan menderita kondisi kesehatan yang sangat buruk dan sulit. Kebanyakan dari mereka menderita kelumpuhan, susah bergerak dengan kursi roda dan mengandalkan tahanan lain untuk kebutuhan sehari-hari.

Dia menekankan, pasien di sana menderita akibat kelalaian medis yang disengaja, disebabkan kurangnya layanan medis dan kesehatan, kurangnya diagnosis kasus, kurangnya penyediaan perawatan dan obat-obatan, adanya tawar-menawar narapidana untuk perawatan. Obat-obatan yang diberikan hanya penghilang rasa sakit dan hipnotis saja.

Situasi kesehatan tahanan Sami Abu Diak yang sedang terluka menderita kemunduran serius dalam kesehatannya. Ia mengalami kanker usus sejak tiga tahun lalu karena kelalaian medis yang disengaja.

Pengacara Fawaz Shaloudi yang mengunjungi Abu Diak mengatakan, Saya menyerahkan segalanya hanya pada Allah, agar kalian melakukan sesuatu secara serius untuk membebaskan saya yang sedang berada di ambang kematian. Saya ingin menghabiskan sisa hari hidupku dalam pelukan ayahku. Biarkan aku mati dalam pelukan ayahku aku tidak ingin pergi ke mereka di peti hitam. Aku berharap tangisanku akan didengar oleh semua orang yang memiliki hati nurani yang hidup.

Perlu dicatat, kasus-kasus di penjara Ramle adalah yang paling sulit, ada orang-orang yang tertembak, cacat, sakit kronis, dan tumor ganas selama bertahun-tahun, karena kebijakan kelalaian medis yang disengaja.(PIC)

Share:

Comments

comments