Tragedi Al-Aqsa, Notre Dame dan Colombo, ada kaitan atau kebetulan? 

Spirit of Aqsa, Colombo – Sedikitnya 300 orang meninggal dunia akibat ledakan bom di tiga gereja dan empat hotel di Sri Lanka yang terjadi pada Ahad lalu (21/4). Sampai hari ini, menurut kantor berita AFP, polisi stempat telah menangkap 40 orang yang di duga mengetahui atau terlibat dalam aksi bom bunuh diri tersebut.

All Ceylon Jamiyyathuul Ulama (ACJU) Sri Lanka atau semacam ikatan cendekiawan Muslim, telah mengeluarkan pernyataan yang mengkutuk adanya bom tersebut. “Kami mengkutuk aksi-aksi pengecut semacam ini,” begitu salah satu butir pernyataan dari ACJU. “Kami menyampaikan belasungkawa pada warga penganut Nasrani,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain ACJU, Dewan Syura Nasional semacam MUI, juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarganya. “Tangkap biang keladinya, dari kalangan mana pun mereka,” begitu bunyi rilis dari Dewan Syura Nasional tersebut.

Adalah juru bicara pemerintah Sri Lanka, Rajitha Senaratne, menyebut bahwa pihaknya mencurigai militan lokal bernama National Thowheeth Jama’ath atau Jamaah Tauhid Nasional (NTJ) di balik bom yang meluluhlantakkan tiga gereja, empat hotel dan sebuah rumah di pinggir kota Colombo, itu.

 

Sejauh ini, NTJ dicurigai mendapat bantuan dari jaringan internasional dalam melancarkan aksinya. Oleh sebab itu, pemerintah Sri Lanka juga minta bantuan internasional untuk mengungkap kasus tersebut.

Serentetan peristiwa internasional menjelang dan selama Paskah, menarik untuk dijadikan renungan. Pada tangal 15 April, Masjid Al-Aqsa, Palestina, dan Gereja Notre Dame, Paris, pada hari yang sama terbakar. Lalu disusul dengan bom bunuh diri yang terjadi di Sri Lanka. Gereja Notre Dame dan bom bunuh diri di tiga gereja di Colombo itu semuanya adalah gereja Katholik.

Apakah kebakaran di masjid Al-Aqsa, Notre Dame dan bom bunuh diri di Colombo ada kaitan atau kebetulan?

Share:

Comments

comments