Hadiri Konferensi di Istanbul, Wanita Indonesia Turut Rumuskan Arah Perjuangan Murabithah Al-Quds

Spirit of Aqsa, Istanbul (22/4) – Palestina dalam memperjuangkan kebebasan Aqsa ternyata tidak terlepas dari perjuangan kaum perempuannya. Selama ini kita melihat perjuangan kaum lelakinya yaitu para mujahid yang setiap harinya gagah berani menghadapi penjajah Zionis. Namun tak banyak yang memperhatikan perjuangan kaum perempuannya seperti perjuangan murabithah Al Aqsa.

Spirit of Aqsa pada pekan lalu mengutus 3 delegasinya untuk mengikuti Konferensi Internasional We Are All Maryam yang digelar oleh Uluslararası Kudüs Eğitim Kültür ve Araştırma Derneği (UKEAD).

Konferensi yang berlangsung pada tanggal 19-20 April di Istanbul, Turki ini dihadiri oleh perwakilan tokoh & lembaga perempuan berbagai negara, khususnya yang telah aktif bergerak dalam perjuangan pembebasan Al Quds. Momentun ini juga merupakan puncak dari kampanye perjuangan wanita Palestina yang bertajuk; We Are All Maryam, yang telah digelar sejak 23 Januari 2019.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh dua tokoh murabithah Palestina yaitu Hanady Halwany dan Khadija Khweis. Keduanya memaparkan langsung kondisi perempuan Al Quds dimana banyak dari mereka yang setiap harinya harus kehilangan suami, anak, saudara laki-lakinya akibat kekejaman zionis.

Hanady sendiri pernah dipenjara 23 kali dan bahkan diantaranya pernah dipenjara sendirian. Hanady juga menceritakan bagaimana ia disatukan dalam penjara yang sama dengan residivis perempuan.

Pada akhir sesi, seluruh delegasi negara seperti Indonesia, Malaysia, Libanon, Sudan, Suriah, Jordania, Palestina, Turki hingga Italy diminta untuk merumuskan aksi nyata dalam mendukung perempuan palestina. Delegasi Indonesia memilih program Women Development dengan cara meningkatkan pendapatan perempuan palestina lewat micro finance. Program ini nantinya akan dilaksanakan di negara masing-masing dengan standar pelaksanaan yang terukur.

Sedangkan pemilihan nama Maryam adalah untuk mewakili perempuan palestina. Dulu ada Maryam ibunda Nabi Isa as yang mengabdikan hidupnya sebagai penjaga Baitul Maqdis. Konferensi ini berharap dapat menjadi pelopor lahirnya perempuan-perempuan berjiwa Maryam lainnya sebagai penjaga kesucian Al Quds hari ini dari tangan kotor Zionis.

Share:

Comments

comments