Menteri Luar Negeri Bahrain Khianati Perjuangan Palestina

Spirit of Aqsa, Palestina – Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed Al Khalifah yang bertemu dengan mitranya, Menteri Luar Negeri penjajah Israel, Israel Katz di Amerika Serikat, di sela-sela konferensi Advance Religious Freedom hari Rabu.

“Saya bertemu secara terbuka dengan menteri luar negeri Bahrain,” dan menambahkan ia “akan terus bekerja dengan @IsraeliPM untuk memajukan hubungan Israel dengan negara-negara Teluk,” tulis Katz melalui ciutan di twitter.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan kementerian luar negeri Israel, pertemuan itu ‘disiapkan dari balik layar’ pihak Departemen Luar Negeri AS sebagai bagian dari konferensi kebebasan beragama yang diselenggarakan di Washington oleh Menlu AS Mike Pompeo.

Pertemuan datang di tengah meningkatnya usaha normalisasi Arab dengan penjajah Israel dan dan peningkatan hubungan secara bertahap terkait dengan perdagangan, energi, intelijen, dan teknologi.

Mayoritas negara-negara Arab tidak mengakui negara Yahudi dan secara terbuka menentang pendudukan Palestina, dengan Jordania dan Mesir menjadi satu-satunya pengecualian.

Terlepas dari kebijakan resmi mereka, selama beberapa tahun terakhir telah muncul banyak pertemuan rahasia antara pejabat penjajah Israel dan orang-orang dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), khususnya.

Laporan kunjungan rahasia ke Israel dilakukan oleh anggota monarki Teluk, termasuk Putra Mahkota Saudi Mohamad Bin Salman (MBS).

UEA juga baru-baru ini diketahui memiliki hubungan rahasia selama dua dekade dengan negara penjajah itu.
Pada bulan Juni, sebuah konferensi diadakan di ibu kota Bahrain, Manama, di mana aspek-aspek ekonomi dari perjanjian damai buatan AS untuk wilayah yang dijuluki “Kesepakatan Abad Ini” disajikan kepada audiensi para jurnalis, pengusaha, dan beberapa negara Arab.

Arab Saudi, UEA, Maroko, Jordania, dan Mesir termasuk di antara mereka yang menghadiri lokakarya.

Namun Otoritas Palestina (PA), bersama dengan Kuwait, memboikot pertemuan itu dan menuduh ‘Kesepakatan Abad Ini’ buatan Amerika itu mengabaikan penjajahan dan pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen warga Palestina merasa dikhianati oleh tetangga Arab mereka.

Share:

Comments

comments