Delegasi Israel Diusir Dari Forum Parlemen Internasional

Spirit of Aqsa – St. Petersburg | Ketua delegasi parlemen Kuwait Marzuq Ghanim meminta delegasi Israel untuk mengambil tas dan segera meninggalkan aula pertemuan Uni Inter-Parliamentary. Marzuq mengatakan, tidak ada tempat bagi teroris berada di forum parlemen internasional ini, tidak mungkin menerima perwakilan penjajah, pembunuh anak-anak dan wanita di Palestina.

Pertemuan Uni Inter-Parliamentary yang mewakili 176 parlemen di dunia ini, delegasi Israel dan ketuanya Nahman Shai mendapatkan badai kecaman dan penolakan keras dari peserta yang hadir. Mereka mengecam semua klaim bohong Zionis yang berusaha memasarkan “demokrasi Israel” dalam forum ini.

Anggota delegasi parlemen Palestina Qais Abdul Karim mengatakan, “Demokrasi yang diklaim Israel tidak mungkin dibangun di atas puing-puing hukum internasional dan hak-hak bangsa lain. Delegasi Israel telah memberikan contoh hidup melawan kehendak hukum internasional, prinsip-prinsip dan tujuan-tujuan Uni Inter-Parliamentary.

Sementara itu wakil parlemen Yordania Wafa Bani Mustaga mengatakan, “Para anggota parlemen Palestina di penjara Zionis, mereka adalah para pejuang dan bukan teroris. Terorisme adalah apa yang dilakukan penjajah siang dan malam di Palestina, di samping diskriminasi rasial yang dilakukan.

Wakil delegasi Pakistan menyatakan bahwa negara yang melakukan kebijakan pembunuhan anak-anak dan wanita, itulah yang harus disebut sebagai teroris. Dia mengecam standar ganda yang digunakan dalam formula beberapa resolusi khusus tentang tawanan Palestina khususnya para anggota dewan yang mendekam di penjara Zionis. Dia mengatakan, “Resolusi ini harus kuat. Karena kita sedang menghadapi sebuah negara yang melakukan terorisme terhadap seluruh rakyat.” (PIC/SOA)

Share:

Comments

comments