Bagaimana Kita Lupakan Al-Aqsha ?

Al-Aqsha, kiblat umat Islam pertama. Al-Aqsha, bumi kenabian dan pemangku risalah para nabi, titik akhir Isra’ dan titik awal Mi’raj nabi Muhammad SAW, tempat pertemuan terbesar sepanjang sejarah yakni pertemuan para nabi dari Adam hingga Nabi Muhammad SAW yang mengimami mereka dalam shalat. Hal itu pertanda sebagai deklarasi Nabi Muhammad menerima panji “pimpinan semua umat” dan penegasan bahwa yahudi tidak memiliki hak di Al-Aqsha seperti yang mereka klaim.

Keutamaan Masjid Al-Aqsha dan kedudukannya yang agung terlalu besar untuk ditulis dalam sebuah artikel. Namun yang ingin kita utarakan dalam tulisan ini, bahwa Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya merupakan tanah tempat “kelompok umat Islam yang membela kebenaran (Islam dan hak umat Islam) yang ditolong Allah dengan izin-Nya. Kita diperintahkan – dengan wasiat Nabi Muhammad berlaku sepanjang zaman – agar kita semakin memperteguh hubungan kita dengan masjid Al-Aqsha dan Baitul Maqdis (Al-Quds) dengan berziarah ke sana dan shalat di sana atau hanya sekadar mengirim minyak untuk menyalakan lampu-lampu di sana. “Datanglah kalian ke sana dan shalatlah di sana. Jika kalian tidak datang ke sana, maka kirimlah minyak untuk menyalakan lampu-lampunya.” (Al-Hadits).

Masjid Al-Aqsha adalah tempat yang disucikan dimana haknya untuk dikunjungi sama dengan hak dua masjid suci di Makkah dan Madinah.

Masjid Al-Aqsha adalah wakaf Islam dengan semua halaman dan pelatarannya, pagar, batu, di atas dan di bawahnya. Semua itu ditetapkan oleh keputusan Allah dan bukan keputusan manusia. Semua muslim memiliki hak di sana, Arab atau bangsa non Arab. Selain mereka, tidak memiliki hak atas wakaf Islam itu.

Kita bertanggungjawab secara idelogi, akidah dan agama menjaga Al-Aqsha dan menyelamatkannya dari cakar-cakar Zionis. Ini kewajiban suci yang mencakup Masjid Al-Aqsha, Baitul Maqdis (Al-Quds) bahkan seluruh tanah Palestina. Sampai kapan kita terlambat dan abai sementara tiap saat kita tahu di bawahnya sudah digali oleh yahudi agar roboh untuk membangun kuil mitos mereka.

Alasan apa yang bisa kita sampaikan jika masjid ini roboh dan kuil yahudi benar-benar di bangun di atasnya padahal mitos kuil itu dinisbatkan kepada nabi Sulaiman?

Dengarkan ungkapan para tokoh penting dalam sejarah Islam ini:

Palestina adalah negeri setiap Muslim, karena ia tanah Islam, tempat tumbuh dan besarnya para nabi, tempat Masjid Al-Aqsha, yang diberkahi Allah sekitarnya. Barang siapa yang duduk lalai dari Palestina maka Allah dan Rasul-nya akan melupakannya. Selama di Palestina ada Yahudi yang memerangi kita, maka tugas umat Islam tidak akan selesai. (Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna).

Tanah Palestina adalah tanah wakaf Islam sepanjang generasi Muslim. Tidak dibenarkan abai meski hanya sebagian atau kompromi melepaskannya meski hanya sejengkal. Tidak ada solusi bagi persoalan Palestina kecuali jihad. (Syekh Mujahidin Ahmad Yasin).

Persoalan Palestina tidak akan mati sebab ia menjadi akidah dalam hati umat muslim. Manusia mati kerena akidah. Dan akidah tak akan mati dengan matinya manusia. (Syekh Tantawi).

sumber : palinfo.com

Share:

Comments

comments