PBB: 800 Keluarga Palestina Diancam Pengusiran Paksa di Al Quds

Spirit of Aqsa – Al Quds | Biro Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) di al-Quds mengatakan bahwa lebih 800 kasus pengusiran warga Palestina dari rumah mereka sedang disidangkan di pengadilan penjajah Israel atas pengajuan dari organisasi dan asosiasi permukiman Yahudi.

Lembaga PBB tersebut memperingatkan adanya peningkatan signifikan jumlah serangan dan penggeledahan yang dilakukan oleh tentara penjajah Israel di kota-kota Palestina, desa-desa dan kamp-kamp pengungsi Palestina. Peningkatan itu mencapai lebih dari 2%.

Menurut data PBB, selama dua pekan terakhir pasukan penjajah Israel telah membunuh seorang wanita Palestina dan seorang anak lelaki saat mereka berpartisipasi dalam aksi damai di perbatasan timur Jalur Gaza, selain melukai 528 lainnya.

OCHA mengatakan bahwa sebanyak 36 anak-anak Palestina dan tiga wanita telah syahid dalam aksi damai di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza sejak Maret 2018 lalu.

OCHA mengungkapkan bahwa pasukan penjajah Israel juga melepaskan tembakan sebanyak 27 kesempatan di luar kaksi kepulangan akbar di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza.. Sementara di Tepi Barat, pasukan penjajah Israel melukai 138 warga Palestina, termasuk 29 anak-anak.

Menurut laporan OCHA, pasukan penjajah melakukan 175 penggeledahan dan penangkapan di Tepi Barat. Angka ini meningkat 2 persen dibandingkan dengan rata-rata mingguan di tahun 2018.

Pasukan penjajah Israel juga menghancurkan atau menyita 13 bangunan di Tepi Barat dan al-Quds, dengan dalih tidak ada izin bangunan, yang menyebabkan pengusiran 10 warga Palestina dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Laporan OCHA mencatat bahwa tiga warga Palestina terluka, lebih dari 1.000 pohon rusak dan 11 kendaraan rusak dalam serangan oleh pemukim Israel.

Share:

Comments

comments