PBB Pastikan Penjajah Israel Lakukan Kejahatan Perang Terhadap Warga Palestina

Spirit of Aqsa, Jenewa – PBB menyebutkan bahwa penjajah Israel bertanggung jawab terhadap kejahatan perang yang dilakukan terhadap warga Palestina sejak unjuk rasa The Great March of Return berlangsung.

Dalam sebuah pernyataannya di forum Dewan  Hak Asasi Manusia, Ketua Komite Investigasi Kejahatan Perang Israel PBB, Santiago Canton, mencela pemerintah Israel yang menolak bekerja sama. Penjajah Israel juga tidak memberika izin bagi komite Internasional tersebut untuk masuk ke Palestina.

Canton mengatakan, laporan yang dikumpulkannya merupakan hasil wawancara terhadap 325 warga Palestina. Di antara mereka adalah pejabat pemerintah, saksi mata, korban kejahatan Israel dan berbagai sumber lainnya.

Kejahatan penjajah Israel terhadap warga Palestina dalam unjuk rasa perbatasan merupakan inti dari laporan PBB tersebut.

Ia mendesak penjajah Israel untuk membuka kembali blokade mereka dan membiarkan warga Palestina yang terluka untuk berobat keluar Palestina. Serta mengizinkan bantuan kesehatan luar negari untuk sampai ke Palestina.

Catatan kriminal penjajah Israel yang dirilis oleh Komite Hak Asasi Manusia pada Februari lalu menyebutkan, 189 warga Palestina meninggal, 6 ribu cedera, 106 terkena peluru panas dan 3098 warga lainnya terkena peluru karet dan gas air mata.

Sejak 30 Maret 2018, warga Gaza rutin menggelar demonstrasi di dekat pagar perbatasan Gaza-Israel. Mereka menuntut kembali ke tanah yang telah dicaplok Israel pada tahun 1948 dan menentang blokade penjajah Israel yang telah berlangsung selama 12 tahun.

Unjuk rasa damai tersebut direspon dengan brutal oleh militer penjajah Israel penjaga perbatasan. Serangan membabi buta penjajah Israel telah merenggut 271 jiwa rakyat Palestina dan mencederai 27 ribu warga lainnya.

Share:

Comments

comments