Advokasi Muslim Amerika kecam Serangan Penjajah Israel di Al-Aqsa

Spirit of Aqsa, Palestina – Kelompok advokasi Muslim-Amerika mengecam serangan pasukan penjajah Israel ke jemaah di Masjid al-Aqsa di Yerusalem pekan lalu.

Menurut Otoritas Wakaf Keagamaan Yerusalem, sekitar 16 warga Palestina terluka dalam bentrokan, setelah polisi penjajah Israel menutup kompleks itu pada Selasa lalu.

Polisi mengklaim penutupan itu didasari alasan keamanan setelah adanya serangan pembakaran kantor polisi Israel di area tersebut.

Tiga korban luka adalah orang Amerika, Safa Hawash, saudara perempuannya, Nour, dan ibu mereka, Germeen Abdelkareem.

“Kebrutalan yang dialami Germeen, Safa, dan Noor telah melukai perasaan seluruh Muslim Amerika,” ujar Nihad Awad, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR).

“Sementara itu, tentara Israel merasa difasilitasi dan dilindungi oleh pemerintah Amerika,” kata dia lagi.

Sebuah video yang beredar luas di Twitter menunjukkan seorang petugas polisi tengah memborgol paksa Noor, meskipun Noor dan Hawash bersikeras ingin menunjukkan paspor mereka.

Namun, polisi itu membuang paspor mereka dan mengatakan: “Saya tak peduli dengan identitas kalian”.

Menurut Hawash, ibu mereka juga mengalami tindak kekerasan polisi. “Insiden ini hanyalah fragmen dari penderitaan yang sehari-harinya dialami orang-orang Palestina,” tutur dia.

“Insiden itu menjadi sebuah pengingat bahwa orang Israel sama sekali tak menghormati Amerika Serikat maupun warganya,” tegas Osama Abuirshaid, Direktur Kebijakan Nasional Muslim Amerika untuk Palestina.

Sejak bulan lalu, ketegangan meningkat di Yerusalem, ketika polisi menutup masjid al-Rahma di kompleks al-Aqsa, yang kemudian memicu aksi protes warga Palestina.

Dalam perkembangan selanjutnya, otoritas Israel bahkan melarang sejumlah warga Palestina – termasuk pemuka agamanya – memasuki al-Aqsa, yang dianggap sebagai situs paling suci ketiga di dunia oleh umat Muslim.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967, sebelum akhirnya menganeksasi seluruh wilayah kota pada 1980.

Share:

Comments

comments