Lembaga Keagamaan Khawatirkan Kondisi Terkini di Al-Aqsha

Spirit of Aqsa –Al Quds | Organisasi keagamaan Palestina di kota Al-Quds mengkhawatirkan perubahan kondisi, situasi historis dan hukum yang terjadi di Masjid Al-Aqsa setelah pasukan penjajah Israel melakukan penggalian di dinding barat masjid dan mencuri bebatuanya dari situ.

Pernyataan ini diungkapkan Dewan Awqaf dan Komisi Islam Tertinggi serta Departemen Ifta dan Departemen Wakaf Islam.

Badan-badan itu mengatakan, penjajah Israel telah mengambil keuntungan dari situasi regional Arab dan Islam, disamping keputusan Amerika untuk mengubah situasi historis dan hukum di kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa.

Rabu (16/1) lalu, pasukan penjajah Israel membuat struktur baja untuk mengangkut pekerja dan bahan material untuk pembangunan atau renovasi instalasi di bagian dinding barat Masjid Al-Aqsa di Museum Islam.

Di masa lalu, sebuah batu jatuh dari dinding barat masjid dan imigran ilegal Zionis Israel mencuri dan membawanya ke tempat yang tidak diketahui. Meskipun ada permintaan dari pemerintah Yordania dan wakaf Islam untuk mengembalikannya ke tempatnya, Israel tetap menolak.

Badan-badan keagamaan tersebut mengatakan bahwa pengerjaan renovasi di dinding itu adalah pelanggaran terang-terangan atas kewenangan Wakaf Islam yang memiliki hak yurisdiksi atas pemulihan pembangunan kembali dari waktu ke waktu sebelum dan setelah penjajahan. Mereka memperingatkan otoritas penjajah Israel dan aparatnya dari tindakanya mengubah situasi historis dan hukum Al-Aqsha yang diakui perjanjian internasional.

Mereka juga menuntut agar penjajah Israel membongkar segera “Sakayel” (setruktur baja)  dan menanggung semua konsekuensi dari tindakan ini. Mereka meminta pemerintah Yordania agar menghentikan agresi penjajah Israel di situs suci Palestina.

Share:

Comments

comments