Ulama Gaza: Penjajah Israel Juga Serang Sipil dan Anak-anak

Spiritofaqsa.org, Jakarta – Ulama Gaza, Dr. Ahed Abul Atha, mengatakan serangan Zionis Israel pekan lalu bukan hal baru yang terjadi di Gaza, Palestina. Namun, serangan serupa sudah terjadi sejak 1948.

Dia menyebutkan tiga serangan terakhir Zionis Israel ke Gaza. Di antaranya terjadi pada 2008, 2012, dan 2018. Ketiga serangan itu telah menimbulkan ribuan korban jiwa.

“Kejahatan yang terjadi kemarin bukan hal baru. Karena serangan Israel ke Gaza sudah menewaskan hampir ribuan orang syahid, ribuan rumah hancur, dan ratusan sekolah hancur,” kata Ahed Abul Atha di Rumah Spirit of Aqsa, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Ketua Ulama Palestina Asia Tenggara itu lalu menjelaskan asal mula terjadinya serangan Zionis Israel pekan lalu. Israel menjatuhkan roket tepat di rumah salah seorang pejuang Palestina, yang ketuaan sepupu dari Ahed Abul Atha, yakni Baha Al Atha.

“Jadi Baha Al Atha adalah putra asli Gaza, lahir dan tumbuh di Gaza, dididik di Gaza untuk berjuang memerdekakan Palestina,” ujarnya.

Kala itu, Baha Al Atha sedang tidur bersama keluarganya saat Israel menjatuhkan roket. Akibatnya, Baha beserta anak istrinya tak bisa diselamatkan dan syahid di tempat.

Ahed Abul Atha mengatakan, Israel sama sekali tidak punya sisi kemanusiaan. Di rumah Baha, terdapat lima anak kecil. Padahal, sudah menjadi kesepakatan internasional bahwa anak-anak dan wanita tidak boleh dibunuh saat perang.

“Dari Sejak saat itu. Mulai dari serangan ke Baha Al Atha, serangan Israel terus berlanjut sampai 35 syahid sampai hari ini,” ucap dia. Selain menyerang rumah para pejuang, Israel juga mentarget rumah-rumah warga sipil, kebun, hingga sekolah. (Ins)

Share:

Comments

comments