65 Warga Palestina Terluka dalam Peringatan Hari Nakba

Spirit of Aqsa, Palestina – Lebih dari 65 warga Palestina terluka dan beberapa kebakaran terjadi di Selatan dalam aksi protes yang menandai Hari Nakba (Hari Bencana) pada Rabu sore di sepanjang pagar perbatasan antara Gaza dan Israel, kutip Palestine Information Centre (PIC).

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, korban kekerasan Israel hingga saat ini berjumlah 65 orang akibat tembakan peluru Zionis, termasuk dua wartawan dan puluhan lainya sesak napas. Koresponden menyebutkan, di antara yang terluka terdapat 22 anak-anak dan 5 wanita.

Sementara itu, Kebakaran besar terjadi di wilayah sekitar Gaza akibat balon-balon gas yang diterbangkan kelompok perlawanan dari dalam kamp-kamp aksi kepulangan di Jalur Gaza.

Aksi sejuta umat dimulai Rabu sore di Jalur Gaza timur bersamaan dengan peringatan Hari Nakbah (Hari Bencana), peringatan menandai pembentukan Negara palsu Israel tahun 1948.

Tentara IDF mengatakan sekitar 10.000 warga Palestina di beberapa lokasi di sepanjang pagar membakar ban dan melemparkan batu arah pasukan penjajah.

Selain itu, sejumlah upaya warga Gaza untuk mendekati pagar keamanan diidentifikasi oleh pasukan Israel, yang menggunakan langkah-langkah pengendalian kerusuhan terhadap para demonstran.

Media Palestina melaporkan IDF menembakkan peluru tajam, gas air mata dan semprotan sigung kepada pengunjuk rasa yang mencoba merusak pagar perbatasan dengan Israel.

Sebagian besar warga yang luka selama protes akibat dari tembakan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam yang ditembakkan oleh pasukan Zionis-Israel, lapor petugas keamanan Hamas.

IDF mengerahkan penembak jitu dan ratusan tentara di sepanjang pagar perbatasan Gaza mengkadapi pengunjuk rasa selama Hari Nakba.

Baca Juga:  Kepala Liga Arab Suarakan Dukungan Penuh Buat Palestina

Dengan demonstrasi yang diperkirakan terjadi di Tepi Barat dan Baitul Maqdis (Jerusalem), Ynet melaporkan bahwa ratusan perwira polisi perbatasan Israel dikerahkan ke Kota Tua, beberapa lingkungan di Jerusalem timur dan persimpangan antara Israel dan Tepi Barat.

Ratusan warga Palestina di Ramallah berbaris dari kuburan mantan presiden Otoritas Palestina Yasser Arafat ke pusat kota, menyerukan agar pengungsi Palestina kembali ke tanah mereka yang kini dirampas Israel.

Hari Nakba, yang memperingati pengusiran warga Palestina selama Perang Kemerdekaan tahun 1948, ditandai setiap tahun di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Tahun lalu lebih dari 60 warga Palestina gugur oleh tembakan IDF dalam bentrokan.

Protes perbatasan Gaza dimulai Maret lalu dan telah menyaksikan lebih dari setengah juta orang melakukan protes di sepanjang pagar keamanan, menuntut diakhirinya blokade 12 tahun oleh Zionis Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sebanyak 305 warga Palestina, termasuk 59 anak-anak dan 10 wanita, dibunuh pasukan penjajah Israel sejak awal pawai kepulangan akbar atau juga disebut Great Return of Marc.

Sementara itu, 17.335 lainnya menderita cedera, termasuk 3.565 anak-anak dan 1.168 wanita.

Tahun ini, Hari Nakba diperingati hari Ahad setelah eskalasi serangan dua hari antara Israel dan kelompok-kelompok pejuang di Jalur Gaza, yang menyaksikan hampir 700 roket ditembakkan pejuang Hamas dan Jihad Islam Palestina, menewaskan empat warga sipil Israel.

Sebagai pembalasan, Israel menyerang ratusan sasaran di daerah kantong pantai, menewaskan 25 warga Palestina.

Share:

Comments

comments