Ulama Palestina Apresiasi Daurah Palestina & SoA Camp

Ketua Lembaga Ulama Palestina Asia Tenggara, Syeikh Ahed Abu Al-Atha mengapresiasi Daurah Palestina dan SOA Camp yang diadakan oleh Spirit of Aqsa (SOA).

Hal tersebut beliau ungkapkan saat menyampaikan sambutannya dalam acara pembukaan SOA Camp di Pesantren AQC, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (15/12/2018).

“Kami merasa sangat terhormat sekali bisa berkontribusi dalam rangka memperjuangkan hal yang sangat besar di sisi kita semua, yaitu membela Baitul Maqdis,” Ucap ulama asal Palestina tersebut.

Agenda seperti ini, lanjut beliau, bukanlah sesuatu yang kecil, sebab dari yang kecil seperti ini lambat laun akan menguat dan sangat berpengaruh dalam perjuangan pembebasan Baitul Maqdis.

“Kami menginginkan setiap individu yang hadir di sini (acara SOA Camp) menjadi Syeikh Ahmad Yasin yang tidak hanya berjuang tapi membimbing anak-anak muda untuk berjuang.” Ungkapnya.

Daurah Palestina dan SOA Camp yang diadakan oleh Spirit of Aqsa adalah upaya Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pembebasan Baitul Maqdis.

Program tersebut juga bertujuan mengenalkan masyarakat akan hakikat Baitul Maqdis dan peta perjuangan Palestina sebagaimana termaktub dalam nash wahyu dan sejarah.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Palestina adalah jalan panjang perjuangan sentral umat Islam dan keadilan dunia. Terlebih lagi setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan pengakuannya bahwa Baitul Maqdis adalah ibu kota Israel.

Untuk itu, siapa saja yang mempunyai setetes cahaya iman dalam hatinya maka sambutlah seruan pembebasan Baitul Maqdis.

Sebelumnya, Daurah Palestina dan SOA Camp ini diisi dengan materi-materi lengkap terkait Palestina dan Baitul Maqdis dari para ahli dan praktisi di bidang kepalestinaan. Di antaranya; KH. Bachtiar Nasir (Pimpinan AQL Islamic Center), Ustad Umar Makka, Lc, M.Pd.I (sekretaris jendral Spirit of Aqsa), Ustad Dr. Saiful Bahri, MA (Direktur Lembaga Penelitian I-WISH), Ustad Fahmi Salim, MA (wakil ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI)), Ustad Ardiansyah, Lc (Direktur Pusat Penelitian INIWS), juga Ustad Pizaro Novelan Tauhidi (Jurnalis Media Turki Anadolu Agency), dan aktivis kemanusiaan yang telah menetap selama 10 tahun di Gaza, Muhammad Husein Gaza.

Sumber: aqlnews.com

Share:

Comments

comments