Ini 3 Pesan dari Palestina, Banyak Umat Islam tidak Tahu

spiritofaqsa.org, Jakarta – Sekjen Spirit of Aqsa (SoA), Ustadz Umar Makka, membeberkan tiga pesan terkait Palestina yang jarang diketahui oleh umat Islam, tak terkecuali muslim Indonesia. Hal ini beliau ungkapkan usai berkunjung ke Masjidil Aqsa pada Idul Adha 2019 lalu.

Dia mengatakan, bumi Hijaz adalah Mekah Madinah merupakan bumi Alquran atau tempat turunnya wahyu. Namun, kadangkala umat Islam hanya melirik dua kota suci tersebut, padahal bumi Syam juga memiliki keistimewaan di mata Rasulullah Saw.

“Satu-satunya bumi yang ada jihad itu tidak terputus meskipun hanya satu hari yaitu Bumi Syam,” kata Ustadz Umar, Ahad (15/9).

Dia menjelaskan, jika hanya ada ruh Qur’an dan hadits tidak ada ruh jihad, maka ini adalah musibah. Kalau cuma punya ruh Syam tanpa Qur’an dan Sunnah juga bahaya. Kekuatan umat Islam sebenarnya terletak pada bumi Hijaz dan Syam.

Terkait perjalanan ke bumi Syam, terkhusus ke Palestina, ada beberapa ulama yang lebih melihat mudharatnya, sehingga mengharamkan. Salah satu ulama yang mengharamkan adalah Syaikh Yusuf Qaradwahi.

“Tapi kita lihat hukum asalnya yaitu sunnah. Hukum haram itu sebab ada mudharat dan manfaatnya,” kata dia.

Mudharatnya, umat Islam kalo mau kesana harus bayar VISA ke Israel dan itu sama saja mengakui negara Israel. Jika mereka ke Palestina dan tidak paham tentang Aqsha, mereka bisa jadi malah menjadi musuh.

“Memang ada orang yang haram datang kesana, karena kehadirannya bisa menghasilkan mudharat yang lebih besar,” ujarnya.

Hukum asal ke Aqsha itu ziarah (sunnah). Dalilnya hadist ‘Jangan sering-sering berpergian kecuali ke tiga tempat, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha’. Disunnahkan untuk berziarah.

“Ziarah ke Aqsha itu unik, berbeda dengan ziarah ke tempat lain. Orang untuk datang ke Baitullah (umrah dan haji) bagi yang mampu, kalau gak mampu ya berdoa dan ikhtiar. Tapi Aqsha itu beda, ‘u’tuhu..datang kesana, ziarah kesana’. Rasulullah berikan opsi lain jika tidak bisa datang, yaitu kirimkan minyak zaitun,” kata dia.

Dia menjelaskan, masalah berkunjung ke Aqsha ini tengah-tengah, tidak dilarang seluruhnya, tapi tidak dibuka seluas-luasnya. Maka itu, jika hendak berkunjung kesana harus memakai ilmu.

“Penjajahan di Aqsha dengan di Gaza itu beda. Karena di Gaza serangannya kelihatan secara dzahir (nampak). Sedangkan di Aqsha harus datang dengan ilmu. Karena anda datang disuatu tempat dimana kawasannya dikuasai oleh pendukung dajjal,” ujarnya.

Dia mengatakan, sebagian tembok-tembok bagian utara yang mengelilingi Baitul Maqdis itu adalah sekolah. Sekolah-sekolah itu adalah milik Israel yang tak tanpak ada pendidikan agama. Ironisnya, sekolah ini digratiskan, termasuk kepada anak-anak Palestina, dengan tujuan mencuci otak para peserta didiknya.

“Zionis mati-matian membuat kita lupa akan Aqsha. Tidak boleh ada tayangan tentang Aqsha di TV. Kalaupun ada tayangannya paling yang kuning. Padahal ancaman di Aqsha ini hampir setiap hari.

Dia menyarankan orang yang hendak berkunjung ke Masjidil Aqsha, maupun Palestina secara umum, agar memastikan dibimbing oleh pembimbing yang memahami realita konflik yang ada di Palestina. Jika tidak, perjalanan itu hanya sekedar perjalanan tanpa mengetahui simpul-simpulnya Masjidil Aqsha.

Dia menjelaskan bahwa sudah ada 62 terowongan dibawah Masjidil Aqsha. Tentu, sewaktu-waktu penjajah Israel bisa meruntuhkan Masjid Al-Aqsa.

Dia lalu menjelaskan bahwa ada tiga pesan dari Masjidil Aqsha yang harus diketahui oleh seluruh umat Islam.

1. Kosongnya Masjidil Aqsha adalah kesempatan emas bagi zionis untuk menguasai Masjidil Aqsha.

2. Umat Islam yang sudah punya ilmu tentang Masjidil Aqsha, niatkan kesana seperti hadits Rasulullah karena fatwa haram sudah tidak berlaku bagi anda.

3. Al Aqsha kiblat pertama yang terancam. Apa ancamannya? Untuk saat ini, ancaman terbesar saat ini adalah at taqsim, pembagian Aqsha menjadi dua bagian baik secara waktu maupun tempat.

“Sebagai contoh ancaman taqsim yang sudah berhasil adalah, 3x dalam setahun mereka (zionis) jadikan Masjid Khalil Ibrahim sebagai tempat ibadah mereka karena disana ada makam Nabi Ibrahim As,” ucapnya.

“Secara waktu di Masjidil Aqsha, itu zuhur sampai Isya bagi umat Islam, pagi sampai zuhur dikuasai Zionis. Secara tempat, qubatuh ask sakhrah kedepan itu milik umat Islam,” ucapnya.

Share:

Comments

comments