Pascaevakuasi Mushallah Ar-Rahma, Imigran Ilegal Yahudi Nodai Al-Aqsa

Spirit of Aqsa, Palestina РPuluhan imigran ilegal Yahudi pada Ahad pagi (14/7) waktu setempat, menodai area Masjid Al-Aqsa di pintu barat masjid (Bab al-Magharibah). Mereka dikawal ketat oleh pasukan penjajah Israel untuk melakukan aksi tercela tersebut.
Para imigran ilegal Yahudi itu menyerbu Masjid Al-Aqsha setelah polisi penjajah Israel menodai mushallah Mushallah Ar-Rahma sebelum shalat subuh. mereka juga mengosongkan area tersebut.
Sejak pagi hari, pasukan penjajah Israel terus mengerahkan dan menempatkan penghalang jalan militer di jalan menuju Masjid Al-Aqsha dan di luar gerbang. Mereka menahan kartu identitas pribadi jamaah yang diizinkan memasuki halaman masjid.
Pejabat humas dan media di Departemen Wakaf Islam, Faras El-Dabas, mengatakan bahwa sebanyak 71 pemukim pendatang Yahudi, 8 mahasiswa Yahudi dan 6 anggota intelijen penjajah Israel menyerbu area Masjid Al-Aqsha.
Dia menjelaskan bahwa para imigran ilegal Yahudiyang mendapatkan pengamanan pasukan penjajah Israel melakukan tur provokatif area masjid dan menerima penjelasan tentang “kuil Yahudi” yang mereka klaim, sementara beberapa dari mereka ada yang menggelar ritual Talmud di mushalla “Bab al-Rahma” dan Kubah Shakhrah, sebelum meninggalkan area masjid melalui gerbang Silsilah.
Profesor hukum internasional Hanna Issa mengutuk tindakan sewenang-wenang Israel di al-Quds terhadap situs-situs bersejarah, agama dan budaya, yang dilanjutkan dengan pencaplokan tanah, pembangunan kompleks-kompleks permukiman ilegal Yahudi, hingga penggalian terowongan yang terus dilakukan di sekitar dan di bawah Masjid Al-Aqsha.
Langkah-langkah tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap aturan hukum internasional dan resolusi PBB, khususnya resolusi Majelis Umum 36/147 tanggal 16 Desember 1981, yang mengutuk kebijakan dan praktik Israel terhadap tempat-tempat dan kekayaan budaya, agama dan sejarah di al-Quds, di antaranya adalah proses penggalian, pejarahan dan mengubah fitur tanah alami dan situs-situs sejarah, budaya dan agama.
Share:

Comments

comments