Warga Gaza Terancam Kekurangan Makanan Jelang Idul Fitri

Spirit of Aqsa, Gaza – Badan Bantuan dan Pembangunan PBB (UNRWA) menyatakan lebih separuh daripada penduduk Gaza mungkin tidak mempunyai makanan yang mencukupi menjelang Idul Fitri, bulan Juni, lapor Kantor Berita China Xinhua.

“Ketika umat Islam di seluruh dunia menunaikan ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan, lebih separuh daripada penduduk di Gaza bergantung kepada bantuan makanan yang disediakan masyarakat internasional,” kata UNRWA dalam satu pernyataan resminya.

Menurut UNRWA ia perlu mengumpul dana tambahan berjumlah sekurang-kurangnya 60 juta USD menjelang bulan Juni, untuk terus menyalurkan bantuan makanan kepada lebih sejuta pengungsi Palestinaa di Gaza.

Pada tahun 2000, terdapat kurang daripada 80,000 pengungsi Palestina yang menerima bantuan UNRWA di Gaza, katanya.

UNRWA dibiayai hampir sepenuhnya oleh sumbangan dan bantuan kewangan secara sukarela, sementara Amerika Syarikat telah membuat keputusan untuk menghentikan pembiayaan kepada agen PBB itu sebelum rakyat Palestina meneruskan lagi ‘perundingan’ dengan Israel.

Sebelumnya pada hari yang sama, Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov, mendesak Israel dan Palestina untuk menstabilkan pemahaman gencatan senjata yang disponsori oleh Mesir, PBB dan Qatar.

Baca Juga:  Indonesia Akan Pegang Jabatan Presiden DK PBB Selama Mei 2019

Seruan Mladenov dibuat di sebuah konferensi pers yang diadakan di Gaza selatan ketika dia memeriksa proyek energi surya yang didanai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di sebuah rumah sakit di Kota Khan Younis.

“Kami berharap semua pihak akan mematuhi gencatan senjata ini sehingga implementasi proyek bantuan kemanusiaan dapat berlanjut,” katanya kepada wartawan.

“Kami membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk Otoritas Palestina, rakyat Mesir dan Israel, untuk meningkatkan kehidupan warga Palestina di Gaza sehingga mereka memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik,” kata pejabat PBB itu.

Dalam perkembangan yang berbeda, UNRWA  menyatakan keprihatinan bahwa dana 60 juta USD tidak dapat dipulihkan pada bulan Juni, kemampuannya untuk terus memberikan bantuan makanan kepada lebih dari satu juta pengungsi Palestina di Gaza akan menghadapi tantangan.

“Ketika umat Islam di seluruh dunia bersukacita dalam suasana perayaan buka puasa, berbagai cerita di Gaza ketika lebih dari separuh penduduknya bergantung pada bantuan makanan dari komunitas internasional,” kata UNRWA dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan seperti dikutip oleh kantor berita Ma’an.

Share:

Comments

comments