SUDUT PANDANG KEBEBASAN BERIBADAH DI AQSA? HOAX ATAU NYATA?

Masjid Al-Aqsha adalah Kiblat pertama umat Islam dan masjid kedua yang dibangun di atas muka bumi ini setelah Masjid al-Haram. Selain itu, Masjid di bumi Baitul Maqdis ini adalah tempat suci yang diperintahkan untuk shalat disana setelah Masjid Haramain di Makkah dan Madinah. Bahkan ke Masjid inilah Rasulullah saw isra’ dan mi’raj lalu ke sidratul muntaha menerima perintah shalat 5 waktu.

Kesucian dan kehormatan masjid Al-Aqsha adalah bagian dari aqidah yang menjadi Ijma’ kaum muslimin sejak Zaman sahabat Rasulullah saw. Hingga penaklukan Baitul Maqdis oleh pasukan Umar bin Khattab adalah berangkat dari keyakinan untuk menegakkan kembali panji tauhid di Bumi Baitul Maqdis ini dengan membebaskannya dari penjajahan Romawi saat itu.

Namun qadarullah, terjadi penjajahan oleh pasukan Salib atas kota Al-Quds pada tahun 1099 – 1187 (492 – 583) yang kaum muslimin terus berusaha mencari cara untuk membebaskan kembali kota yang didalamnya ada Masjid Al-Aqsha ini sampai terjadilah kemenangan Shalahuddin di Perang Hittin yang menandai akhir penjajahan salib tersebut. 730 tahun kemudian, Allah swt kembali menakdirkan Al-Quds kembali dijajah oleh Pasukan Britania Inggris selama 31 tahun lalu berlanjut dengan penjajahan Yahudi Zionis sejak 1948 hingga hari ini.

Bagaimana bentuk penjajahan itu? kalau Britania Inggris menjajah Al-Quds seperti Belanda menjajah Indonesia yang hanya meneguhkan kedaulatan pemerintahan dan militer mereka di wilayah jajahannya, maka berbeda dengan penjajahan Yahudi Zionis Israel ini. Ada dua hal yang menjadikan penjajahan Yahudi Zionis Israel ini lebih jahat; Pertama, mereka mengusir manusia asli Palestina bermula saat peristiwa Nakbah sejumlah 726 ribu orang mengungsi dan ribuan lainnya dibantai.  Kedua, mereka menjarah tanah dan properti kepemilikan rakyat Palestina hingga 78% dari luas wilayah peta Palestina yang biasa kita lihat.

Inilah yang dimaksud dengan penjajahan Palestina dan Masjid Al-Aqsha, yang bila ingin lebih paham bayangkan penjajahan Indonesia di zaman pemerintahan Hindia Belanda (walau sudah dijelaskan bahwa Israel lebih jahat). Di zaman Indonesia dijajah Belanda, ada fase dimana saat perang senjata bergejolak, ada saat dimana hanya ketegangan pertarungan politik diplomasi atau perlawanan sosial yang terjadi. Bahkan kita bisa dapatkan catatan sejarah, orang Indonesia bisa berlaga di Kejuaraan Dunia dibawah tim Hindia Belanda. Apakah kita bisa mengatakan tidak terjadi apa-apa di Indonesia saat itu? Tidak. Sedang ada penjajahan, kedzaliman dan perlawanan saat itu. Apakah karena secara kasat mata atau sekilas pandang semua baik-baik saja lantas kita mengatakan Belanda membawa kebebasan hak-hak manusia ke Indonesia? Tidak mungkin!.

Kembali ke Masjid Al-Aqsha yang berada di kota suci Al-Quds. Dari sudut pandang mana kita bisa memahami penjajahan Palestina, kalau hanya melihat sekumpulan orang shalat atau bahkan kita sendiri bisa shalat di Masjid Al-Aqsha. Bila kita menutup mata pada realita geopolitik dan demografi Palestina sebagai dampak penjajahan. Belum lagi berbicara, realita tembok rasis, pemukiman ilegal, blokade Gaza yang sudah dilihat mata telanjang oleh dunia. Apakah karena hasil dari satu mata yang terbatas bisa menafikan hakekat yang dilaporkan secara mutawatir tentang kedzaliman & penjajahan Israel.

Maka sungguh Yahudi Zionis Israel hanya mempertontonkan kebebasan beragama palsu yang dilihat oleh orang-orang yang tertipu satu sudut kamera yang pas bagi kebodohannya.

Bagaimana tidak? sedang 2 juta lebih rakyat Palestina di Gaza dan jutaan lainnya di Tepi Barat serta pengungsia di dilarang masuk ke Al-Quds.

Bagaimana tidak? sedang untuk masuk ke Masjid Al-Aqsha, harus melalui persetujuan Zionis Israel tentang siapa dan apa yang boleh masuk Masjid atau tidak.

Bagaimana tidak? sedang Masjid Al-Aqsha setiap hari dimasuki oleh Pemukim-pemukim Yahudi dibawah pengawalan senjata untuk mengamankan mereka dari takbir ibu-ibu Palestina.

Bagaimana tidak? sedang Masjid Al-Aqsha berada di tengah-tengah penjajahan Zionis Israel di Kota Al-Quds. Tanpa kedaulatan Palestina sebagai tuan rumah di tanah dan masjid mereka sendiri.

Inilah penjajahan. Penjajahan yang sebebas apapun anda melakukan aktifitas di dalamnya, tetap saja dalam belunggu rantai kedzaliman dan kejahatan penjajah. Inilah spirit kemerdekaan dan spirit perlawanan pahlawan Indonesia. Itu jika kita masih Indonesia?!

Share:

Comments

comments