Dipenjara Yang Ke-13 Kali, Khadijah: Zionis Tampakkan Kebrutalannya Terhadap Tawanan

Spirit of Aqsa | al-Quds (13/10) – Salah satu bentuk intimidasi yang dilancarkan Zionis di al-Quds adalah menawan para aktifis yang bekerja untuk membela kehormatan Masjid al-Aqsa. Tak peduli pria atau wanita, dalam penangkapan Zionis perlakukan orang-orang yang mereka tuduh secara sepihak sebagai provokator atau bahkan teroris.

Khadijah Khuwais, salah seorang aktifis yang ditawan, berhasil dialih statuskan menjadi tahanan rumah dengan membayar denda yang tinggi. Padahal, ia adalah seorang guru di masrasah Masjid al-Aqsa dulunya, serta menggerakkan para wanita al-Quds untuk berperang menjaga al-Aqsa dengan memakmurkannya melalui halaqoh-halaqoh pengajian.

Pada bulan lalu, rumah Khadijah digrebek oleh tentara Zionis dengan mengancam anak-anaknya serta bahkan mengasingkan suaminya dari al-Quds. Saat introgasi, Zionis berkali-kali mengancam akan menjauhkan ia dari anak-nya selamanya bila tidak mengakui tuduhan yang didakwakan Zionis.

“Saya berusaha menahan diri agar kuat dengan semua intimidasi yang dilakukan ZIonis. Hingga suatu ketika, mereka memaksa agar aku harus melepas jilbabku.” kisah Khadijah.

Khadijah Khuwais bahkan harus melaksanakan shalat tanpa mengenakan jilbabnya. Hal ini yang paling memukul jiwanya, karena ia sejak umur 12 tahun tidak pernah melepaskan jilbabnya di luar rumah, kini dipaksa ia lepas di penjara Zionis.

“Ku memanggil Shalahuddin, Ku memanggil Mu’tashim, Ku memanggil Umat Islam… namun yang menyahut hanyalah pantulan suara penjara.” lanjutnya.

Khadijah Khuwais, hanyalah satu dari ratusan wanita yang dianiaya oleh penjajah Zionis Israel. Mereka memanggil kita setelah Allah swt. Namun, apakah di hatimu masih ada Ukhuwwah? masihkah Palestina engkau sebut dalam Doa-mu?
====
Bantu JIhad Edukasi Palestina..
=> Dapatkan BC Kabar AQSA, klik bit.ly/KabarAQSA
=> Adakan Kajian Palestina di komunitas/ jamaah mu, klik bit.ly/TimEdukasiAqsa
=> Jadi bagian dari Spirit of Aqsa, menjadi Relawan Aqsa, klik, bit.ly/DaftarDaurahPalestina

Share:

Comments

comments