Kesaksian Memilukan Bocah Palestina Alami Penyiksaan Saat Ditangkap

Spirit of Aqsa|Ramallah – Badan urusan Tawanan dan Mantan Tawanan dalam laporan persnya yang dirilis Kamis sore (12/9) menyebutkan, ada sejumlah kesaksian yang memilukan yang dituturkan enam tawanan cilik Palestina saat mereka berada di beberapa penjara Israel. Mereka merinci bagaimana mereka mendapat penyiksaan dan pemukulan kejam mereka selama penahanan, diinterogasi di pusat-pusat pemeriksaan Israel.

Di antara kesaksian yang dilaporkan lembaga ini menyebutkan, tahanan kecil Aws Owais (16 tahun) menyebutkan, dirinya dilecehkan oleh tentara Israel setelah mereka menyerbu rumahnya di kamp pengungsi Jenin.

Selama penggerebekan rumahnya, tentara Israel sengaja meneror anak-anak itu dengan mengintimidasinya serta menakut-nakutinya dengan anjing polisi. Kemudian mata mereka ditutup dan tangan mereka diborgol lalu diseret keluar.

Di sepanjang jalan, para serdadu tersebut mendorongnya kuat-kuat. Dan ketika ia berada di jip militer, mereka memukulinya dengan sewenang-wenang.

Hamam Hosseini (17 tahun) berasal dari Sheikh Jarrah, timur Al-Quds yang saat ini di pusat penahanan Al-Damoun menjadi sasaran interogasi yang tindak kekerasan selama penahanannya di pusat penahanan Al-Maskobiyya dan di Ashkelon.

Dia diinterogasi selama berjam-jam di atas kursi kecil. Dia pingsan berkali-kali karena pelecehan dan tidak diperbolehkan tidur serta makanan.

Tentara Israel menganiasi bocah Marouf al-Atrash (14 tahun) setelah rumahnya diserbu saat fajar di kota Beit Jala, barat laut Governorat Bethlehem. Para serdadu memukulinya dengan popor senapan lalu dipindahkan ke pusat penahanan Ofer, di mana dia ditahan saat ini.

Tentara Israel juga menyerang Mohammed Attiya yang masih berusia 16 tahun asal kota Al-Issawiya di Al-Quds. Mereka memukulinya dengan helm besi, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa hebat. Ia juga tak lepas dari pelecehan dan penghinaan saat pemeriksaan di pusat interogasi Al-Maskubiah sebelum akhirmua dipindahkan ke ruang tahanan Ashbal di “Damon”.

Laporan itu juga mencatat, tentara Zionis menganiaya tawanan dengan memukulinya secara biadab hingga babak belur dua tawanan bocah dibawah umur, Ayman Da’is, dari Hebron dan Ayman Badran dari kamp pengungsi Qalandia. Keduanya berusia 17 tahun, dipukuli secara hebat selama penangkapan mereka. Akibatnya ia mengalami memar di seluruh tubuhnya.(PIC)

 

Share:

Comments

comments