Penjajah Israel Ketakutan dengan Resolusi Pendirian Negara Palestina

Spirit of Aqsa, Washinton – Hampir dua lusin anggota Parlemen atau Knesset penjajah Israel mengirim surat kepada Kongres Amerika Serikat (AS) yang berisi ucapan terima kasih atas resolusi baru-baru ini yang menentang upaya internasional untuk memboikot Israel. Namun, resolusi itu juga membuat mereka ketakutan karena mendukung gagasan “solusi dua negara” yang berarti pendirian Negara Palestina.

Fox News, dalam laporannya yang dilansir Selasa (13/8), mengklaim telah memperoleh surat Knesset penjajah Israel tertanggal 8 Agustus tersebut. Dalam surat itu, Parlemen penjajah Israel mengatakan pendirian Negara Palestina jauh lebih berbahaya ketimbang menentang gerakan internasional boikot, divestasi dan sanksi (BDS) terhadap negara Yahudi tersebut.

Kongres atau Parlemen AS menyetujui resolusi bipartisan bulan lalu yang menentang gerakan BDS yang pro-Palestina ketika kubu Partai Demokrat mencoba untuk memadamkan retorika politik yang semakin memanas mengenai perbedaan dengan Penjajah Israel.

Resolusi itu menentang gerakan BDS dan upayanya untuk menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang melakukan bisnis dengan Israel. Gerakan ini telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dan banyak pendukung Israel telah melihatnya sebagai upaya untuk mendelegitimasi negara Yahudi.

“Kami, anggota Parlemen Israel (Knesset), ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda yang berkelanjutan terhadap Israel, terutama memerangi upaya untuk mendelegitimasi Israel dan melawan gerakan global boikot, divestasi dan sanksi (BDS),” bunyi surat Knesset.

Selanjutnya, surat itu membahas keprihatinan tentang resolusi yang disetujui Kongres Amerika.

“Kami percaya itu mengandung kesalahan besar karena itu mengungkapkan, antara lain, dukungan untuk apa yang disebut ‘Solusi Dua Negara’, yang berarti pembentukan ‘Negara Palestina’ di jantung kecil Israel,” lanjut surat Knesset.

“Kami ingin memperjelas posisi kami bahwa pendirian Negara Palestina akan jauh lebih berbahaya bagi Israel daripada BDS.”

Surat itu kemudian menguraikan beberapa alasan, termasuk masalah keamanan.

“Pembentukan negara Arab tambahan (yang disebut Palestina) di kawasan itu akan sangat merusak keamanan nasional Israel dan Amerika Serikat,” imbuh surat Knesset. “Negara seperti itu tidak diragukan lagi akan menjadi teroris yang disfungsional. Negara, yang akan menjauhkan perdamaian dan merusak stabilitas di Timur Tengah.”

Surat tersebut ditandatangani oleh 21 anggota Knesset Israel termasuk mantan pejabat keamanan.

Para anggota Kongres Amerika belum bersedia berkomentar atas reaksi Knesset Israel.

Share:

Comments

comments