Bahagia yang Hilang

Spirit of Aqsa, Gaza – Hendaknya Idul Adha menghantar bahagia. Silaturahmi membawa gembira. Namun, bahagia maupun suka-cita agaknya telah menjadi mimpi bagi warga Gaza.

Nyeri mereka tak terucap di bibir. Berdarah. Dalam kelopak-kelopak mata anak-anak Gaza. Gugur di tebing mimpi. Angan terbelah, kebahagiaan serupa ngarai, serupa jurang menganga.

Sedikit kata untuk mereka yang tak bisa merasakan bahagia saat dunia bergembira mengumandangkan takbir lebaran.Situasi di Jalur Gaza masih jauh dari kata bahagia. Hingga kini, masuk tahun ketiga belas Gaza mengalami pengepungan oleh penjajah Zionis Israel. Jalur Gaza terus menyaksikan tahun-tahun pengorbanan di hampir setiap jalan dan jalur.

Layaknya kita, di Indonesia, banyak keluarga Gaza yang menanti momen Idul Adha untuk bisa mencicipi berkahnya daging Idul Kurban. Namun, keinginan itu hanya mimpi. Ekonomi Gaza sedang memburuk sehingga lingkaran keinginan yang semakin melebar dan ingin. Imbas dari krisis ekonomi itu memaksa puluhan ribu keluarga Gaza tak bisa membeli hewan kurban.

Kebijakan pemotongan gaji bagi pekerja Gaza turut mempengaruhi krisis ekonomi tersebut. Ini menjadi kenyataan pahit, lantaran impian melaksanakan ibadah kurban tak bisa terwujud. Belum lagi pemadaman listrik dalam tempo waktu yang sangat lama.

Seorang pedagang menceritakan kenyataan pahit Idul Kurban kali ini. Hewan banyak dan harga sangat rendah, tapi permintaan atau daya beli juga sangat rendah. Bukan karena warga tak mau membeli, tapi krisis ekonomi yang melanda.

“Bahkan asosiasi yang menggunakan persentase besar menurunkan permintaan mereka hampir setengahnya.” Kata Jaber al-Neirab, salah seorang penjual hewan kurban.

Jamal Al-Khudari, tokoh masyarakat setempat, mengatakan, tingkat kemiskinan di Gaza melebihi 85 persen. Sementara, tingkat pengangguran di atas 60 persen dan pendapatan perkapita harian hanya dua dolar. Ditambah lagi lapangan kerja yang sangat sedikit.

Dia mengatakan, pasar Gaza dan Tepi Barat sedang mengalami resesi komersial pada malam Idul Adha, di mana “tingkat penjualan turun hingga sekitar 80% di Gaza dan 50% di Tepi Barat.”

Kita yang bisa merasakan bahagia dengan keluarga, canda-tawa dengan kerabat, serta pelukan hangat sahabat, agar tak larut dalam gembira. Di sana, di Gaza, ada puluhan ribu keluarga yang tak bisa merekam kebahagiaan di hari lebaran Idul Adha kali ini.

Share:

Comments

comments