INDONESIA BERTEMU MENTERI RUSIA BAHAS KEMERDEKAAN PALESTINA?  SPIRIT OF AQSA INGATKAN SEMANGAT NKRI.

Spirit of Aqsa | Jakarta (9/8) – Rusia melalui Menteri Luar Negerinya, Sergei Lavrov, bertemu Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Salah satu pembahasan pertemuan yang berlangsung di Gedung Pancasila Jakarta ini adalah mengenai dukungan kedua negara terhadap Kemerdekaan Palestina.

Ada beberapa poin yang harus dicermati dalam pertemuan ini. Pertama adalah, deskripsi solusi yang ditawarkan oleh kedua Negara. Dalam beberapa kesempatan, pemimpin dua negara ini, pernah menyatakan mendukung solusi DUA NEGARA, atau dikenal dengan Two State Solution.

Dari sudut pandang Indonesia, apalagi menjelang peringatan kemerdekaan 1945, harusnya kita tidak lagi berbasa-basi dengan isu dua negara ini.

Solusi dua negara sendiri adalah penyelesaian masalah Palestina dengan membagi tanahnya menjadi dua negara yang sah, satu bagian untuk Palestina dan satunya lagi untuk Israel. Pertanyaannya, bila Palestina mendapatkan bagiannya karena dasar tanah air, maka Israel mendapat bagian itu atas dasar apa? tak lain adalah kolonialisme alias penjajahan.

Semangat Indonesia adalah tidak berbagi tanah air sedikitpun dengan sisa-sisa cengkraman penjajah. Tidak ingatkah kita pada perjanjian renville yang begitu merugikan bangsa Indonesia? saat penjajah Belanda menerima kemerdekaan Indonesia dengan Syarat Pembagian Wilayah. Ironisnya, wilayah Indonesia saat itu sangat kecil, sedangkan penjajah Belanda mendapatkan sebagian besar wilayah pemasok sumber daya alam. KEADAAN INI PERSIS DENGAN SOLUSI DUA NEGARA UNTUK PALESTINA, yang dibicarakan Rusia dan Indonesia. Apakah INDONESIA akan tetap mendukung cara baru penjajahan Israel ini?

Poin kedua adalah, Posisi Rusia sebagai negara pendukung Bashar Asad untuk membantai Rakyatnya. Dunia tahu betul bagaimana kejamnya respon pemerintahan Bashar pada rakyat sipil Suriah bahkan kepada yang tak bersenjata. Dan semua itu didukung oleh Rusia.

Lalu bagaimana mungkin, di satu sisi mendukung kekejaman Rezim Bashar, di sisi lain teriak solusi untuk Palestina.

Bila Amerika sendiri, melalui presidennya Trump, telah memberi Isyarat dukungan kepada Israel untuk mengusahakan jalan Solusi SATU NEGARA, maka mengapa kita Indonesia masih berbasa-basi dengan Solusi Dzalim Dua Negara ini.

Satu Palestina. Satu Negara. Tanpa Bagian untuk Penjajah.
(Spirit of Aqsa)

Share:

Comments

comments