Ribuan Warga London Turun ke Jalan Bela Palestina

Spirit of Aqsa, London Ribuan orang berpawai di jalan-jalan Kota London Sabtu (11/5) untuk memperlihatkan solidaritas buat rakyat Palestina, yang memperingati 71 tahun pengungsian besar rakyat Palestina, atau Nakba 1948 –ketika 700 ribu orang Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Demonstrasi ini diselenggarakan oleh Forum Palestina di Inggris (PFB), Kampanye Persatuan Palestina (PSC), Asosiasi Muslim Inggris (MAB) dan Stop Kampanye (STW).

“Bebaskan Palestina”, dan “Akhiri Blokade di Gaza” teriak mereka dengan membawa stiker pro-Palestina.

“Ada! Melawan! Pulang!” dan “Kebebasan buat Palestina”, demikian tulisan pada beberapa spanduk. Sebagian pemrotes direkam mengatakan, “Inggris lah yang mestinya melindungi hak seluruh manusia! Tapi negeri ini gagal.”

Pawai dimulai di Portland Place dan para pengunjuk rasa berbaris melalui Oxford Circus dan Trafalgar Square untuk sampai ke Downing Street di mana kantor pemerintah berada.

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menekankan penolakan terhadap Palestina dan kepemimpinan mereka yang bocor tentang “kesepakatan abad ini” yang mencurigakan.

Ketua PFB, Hafiz Al-Karmi, memperbarui seruan Pemerintah Inggris untuk meminta maaf atas kesalahan bersejarah Deklarasi Balfour dan untuk melindungi perlindungan Palestina di tanah kelahiran mereka.

Baca Juga:  Israel Hapus Larangan Nelayan Gaza untuk Melaut

Ikon perlawanan Palestina, Ahed al-Tamimi, adalah salah satu pemrotes. 17 tahun ditangkap pada akhir 2017 oleh otoritas Israel dan kemudian dikirim ke penjara selama delapan bulan karena “menyerang” tentara Israel. “Kami tidak akan menjadi korban! Kami akan terus bertarung!” Kata Tamimi.

Juru bicara PFB Adnan Humaidan meminta Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk menghentikan penegakan dan mendukung pendudukan sambil berkonsentrasi pada kejahatan seperti membunuh bayi Saba Abu Arrar dan ribuan anak-anak Palestina sebelum dia.

Para pengunjukrasa membawa plakat kepada Presiden AS Donald Trump dan rencananya yang mencurigakan terhadap Palestina dan mencari dukungan untuk gerakan Boikot, Divestasi, dan Sseion (BDS).

Orang Palestina Inggris lainnya, Haneen Khalil, berbicara atas nama OLIVE for Palestinian Youth. Dia menekankan penolakannya terhadap negosiasi dengan Israel sebelum menyetujui hak untuk mengembalikan semua pengungsi Palestina.

Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn juga mendukung prosesi di Twitter.

“Kami tidak bisa berdiam diri atau tetap diam untuk berlanjutnya penolakan hak dan keadilan kepada Palestina,” tulis Corbyn. (mzr)

Share:

Comments

comments