Pemuda Palestina Korban Penjajah Israel dalam Great Return March Dimakamkan

Spirit of Aqsa, Gaza – Seorang pria Palestina, Abdullah Abdul-Al (24), yang gugur karena ditembak pasukan pendudukan Yahudi selama protes mingguan Aksi Akbar Kepulangan (Great Return March) di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada Jumat (10/5), dimakamkan di kota kelahirannya, Rafah, bagian selatan Jalur Gaza.

Abdul-Al dilaporkan menderita luka tembak parah di panggulnya oleh pasukan Israel, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dikutip Antara di Jakarta, Ahad siang.

Sedikitnya 32 orang lagi cedera oleh peluru aktif Israel, termasuk empat anak kecil selama protes tersebut.

Sementara itu tiga surat kabar Arab Palestina di halaman depan mereka menyoroti pembunuhan satu orang Palestina oleh militer Israel selama protes Pawai Akbar Kepulangan di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, tindakan yang juga melukai puluhan orang Palestina.

Harian tersebut mengatakan lelaki yang berusia 24 tahun dari Rafah ditembak hingga tewas sementara 32 orang lagi cedera akibat diterjang peluru aktif, termasuk empat anak kecil dan seorang petugas medis.

Ketiga surat kabar itu juga mengatakan Dewan Keamanan PBB mengutuk kebijakan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Koran Al-Quds melaporkan 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan mengutuk permukiman sebagai tidak sah dan menghambat perdamaian di Timur Tengah, sementara pada saat yang sama menyeru Israel agar menghentikan semua kegiatan semacam itu, yang bertentangan dengan hukum internasional. Hanya Amerika Serikat satu-satunya negara yang menyuarakan dukungan buat kegiatan tidak sah Israel.

Surat kabar tersebut mengutip utusan AS Jason Greenblatt, yang menyerang PBB karena menentang permukiman tidak sah. Ia berkeras kegiatan itu “tidak menghambat perdamaian”.

Harian Al-Ayyam mengutip Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Malki, yang mengatakan kepada peserta sidang bahwa apa yang disebut “kesepakatan abad ini” AS adalah rencana untuk penyerahan dan bukan untuk mencapai kesepakatan perdamaian.

Al-Hayat Al-Jadida melaporkan satu orang Palestina Kristen dari Jifna di dekat Ramallah datang ke Masjid Al-Aqsha untuk membantu mengatur puluhan ribu orang Muslim yang bermaksud menunaikan shalat.

Ketiga surat kabar itu juga menyoroti Shalat Jumat pertama selama Ramadhan di Masjid Al-Aqsha di Jerusalem dan mengatakan sebanyak 200.000 orang Muslim dari seluruh wilayah Palestina yang diduduki dan dari dalam Israel menghadiri shalat di Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawarrah. (mzr)

Share:

Comments

comments