Penjajah Israel Akan Bangun 23.000 Unit Hunian Ilegal Baru di Yerusalem

Spirit of Aqsa – Yerussalem | Penjajah Israel akan membangun lebih dari 20.000 unit rumah ilegal baru di Yerusalem Timur dalam lima tahun ke depan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri penjajah Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin (11/03/2019).

“Kami menandatangani perjanjian dalam rangka pembangunan 23.000 unit rumah baru di Yerusalem dengan investasi satu miliar shekel (US $ 276 juta),” ungkapnya.

Dia mengklaim bahwa Yerusalem bukan unit akomodasi, tetapi “ibukota” penjajah Israel.

Channel 7 penjajah Israel melaporkan bahwa perjanjian itu ditandatangani oleh Departemen Keuangan, Administrasi Pertanahan penjajah Israel dan Kotamadya Yerusalem, yang dihadiri oleh Netanyahu.

Menurut perjanjian tersebut, lingkungan di Yerusalem Lama dan Baru akan dikembangkan, area yang luas akan dialokasikan untuk ruang kantor dan investasi dalam infrastruktur.

Penjajah Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Arab-Israel 1967. Lalu menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Di tempat lain, menurut Ma’an News, imigran ilegal Israel mendirikan rumah mobil ilegal dan meratakan 15 dunam tanah Palestina di Nablus selatan di Tepi Barat utara yang diduduki, pada hari Minggu.

Ghassan Daghlas, seorang pejabat yang memantau aktivitas permukiman di Tepi Barat utara, mengatakan kepada Ma’an bahwa imigran ilegal Israel mendirikan 20 rumah mobil di desa Huwwara untuk memperluas pemukiman ilegal Israel Yitzhar di sisi selatan desa.

Daghlas menambahkan bahwa para imigran ilegal Israel meratakan lebih dari 15 dunam tanah Palestina di desa Jalud. Hal ini menunjukkan bahwa pemukim Israel memasang saluran air baru di daerah itu untuk pos-pos pemukiman dan memindahkan tanah yang rata ke pos-pos terdekat.

Sejak pendudukan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, pada tahun 1967, sekitar 500.000 sampai 600.000 orang Israel telah pindah ke pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki, yang melanggar hukum internasional.

Share:

Comments

comments