DUKUNG RIBATH UNTUK JAGA AL-AQSA, MASA TAHANAN RAID SHALAH DIPERPANJANG PENJAJAH ZIONIS

Spirit of Aqsa | Palestina (22/8) – Syaikh Raid Shalah, yang digelari Syaikh al-Aqsa karena gencarnya memperhatikan bahaya yang mengancam Masjid al-Aqsa, untuk ketiga kalinya divonis perpanjangan masa tahanan. Ini bukan kali pertama, Syaikh Raid sudah puluhan kali berurusan dengan penjajah karena dianggap memprovokasi rakyat Palestina untuk bangkit membela dan menjaga al-Aqsa.

Khalid Zabarqa, pengacara Syaikh Raid, mengatakan bahwa Hakim pengadilan penjajah Zionis, memperpanjang penahanan Syaikh Raid setelah jaksa penuntut umum mengajukan beberapa dakwaan atasnya. Diantaranya, provokasi tindak kekerasan, terorisme, dan bekerjasama dengan kelompok terlarang.

Kelompok terlarang yang dimaksud adalah para Murabithin yang membuat program berjaga di Masjid al-Aqsa sambil belajar al-Qur’an. Tujuan utamanya adalah melawan penyusupan imigran Yahudi oleh para tentara Zionis, yang bulan ini sempat mencapai angka tertinggi sebanyak 900an penyusup imigran yahudi.

Para Murabithin ini meninggalkan kehidupan mereka hanya untuk menjaga Masjid al-Aqsa, yang sebenarnya itu adalah tugas kita semua. Syaikh Raid Shalah dan puluhan Murabithin di sana diperlakukan layaknya teroris yang harus mendapatkan pukulan, tendangan dari tentara Zionis. Tak jarang dengan penangkapan bahkan penembakan. Padahal bagian besar dari kelompok ini adalah wanita, Ibu-ibu, dan orang tua.

Share:

Comments

comments