Yahudisasi di Masjid Ibrahimi, Penjajah Israel Tutup Masjid 7 Hari dan Larang Adzan

Spirit of Aqsa|Hebron- Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina memaparkan pelanggaran paling menonjol yang dilakukan penjajah Israel terhadap Masjid Ibrahimi di Hebron sejak awal tahun 2019 ini. Hal ini menunjukkan adanya upaya intensif untuk melakukan yahudisasi masjid dan menguasainya.

Kementerian Wakaf menyebutkan bahwa pasukan penjajah Israel menutup Masjid Ibrahimi di Hebron, selama sembilan bulan terakhir sebanyak 7 hari penuh, serta mencegah kumandang adzan sebanyak 443 kali, dan melakukan pelanggaran dengan membuat perubahan atau melakukan yahudisasi sebanyak 21 kali.

Jurubicara Kementerian Wakaf, Bassam Abu al-Rab, pada hari Rabu (9/10/2019), menyatakan bahwa penjajah Israel mengerahkan upayanya untuk melaksanakan kebijakan yahudisasi setiap hari terhadap Masjid Ibrahimi, dan melakukan tindakan-tindakan represif terhadap jamaah dan penduduk Kota Tua Hebron.

Dia menjelaskan bahwa Masjid Ibrahimi mengalami berbagai insiden dan serangan dari penjajah Israel sejak awal tahun sampai akhir September. Yang paling menonjol adalah penyerbuan presiden dan perdana menteri penjajah Israel ke dalam masjid, ditambah tuntutan dari mantan Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked untuk membangun kampung Yahudi baru di kota Hebron.

Dia mengatakan bahwa kementerian telah melihat beberapa serangan terhadap masjid, seperti berlanjutnya pengepungan masjid, mengintervensi urusannya, membuat perubahan hal-hal baru yang berciri yahudisasi, termasuk menebang pohon zaitun tua dari halaman masjid, penyerangan oleh para pemukim pendatang Yahudi kepada para pengurus masjid, pemasangan batu dinding, pembongkaran ubin tua di halaman luar, dan penyerangan ruang gudang.

Para pemukim pendatang Yahudi mengibarkan bendera-bendera penjajah Zionis di tembok-tembok masjid, membakar lilin dekat sisi timur untuk menimbulkan distorsi dan asap naik di semua koridor, melakukan penggalian-penggalian di depan Wakaf Al-Budairi di gerbang utamanya, memperluas saluran air, dan memasukannya ke dalam bagian yang mereka rebut.(PIC)

Share:

Comments

comments