Peraturan Dzalim Israel, Warga Palestina Dipaksa Hancurkan Rumah Sendiri

Dua keluarga Palestina menghancurkan rumah-rumah di Yerusalem atas perintah Israel

Spirit of Aqsa – Yerusalem | Sebuah keluarga Palestina di Jabal al-Mukabbir, Yerusalem Timur menghancurkan rumah mereka sendiri pada hari Sabtu atas perintah penjajah Israel.

Ali Jaabis mengatakan sebagaimana dilansir oleh Ma’an bahwa saudara perempuan dan keluarganya dipaksa untuk menghancurkan rumah mereka sendiri untuk menghindari denda Israel dan biaya pembongkaran yang akan dibebankan pada keluarga jika pembongkaran dilakukan oleh pemerintah kota Israel sebagai gantinya.

Penjajah zionis Israel memerintahkan pembongkaran rumah keluarga itu dengan dalih bahwa mereka tidak memiliki izin bangunan yang dikeluarkan Israel.

Kotamadya Israel mengizinkan keluarga Jabis sampai hari Minggu untuk melakukan pembongkaran.
Menurut Jaabis, keluarga telah berusaha untuk mengurus izin bangunan selama beberapa bulan terakhir dan telah membayar biaya Namun pemerintah penjajah Israel memutuskan untuk menyelesaikan perintah pembongkaran.

Jaabis menambahkan bahwa keluarga beranggotakan delapan orang telah menjadi tunawisma setelah pembongkaran rumahnya.

Selain itu, seorang Palestina dari Silwan juga dipaksa untuk menghancurkan rumahnya sendiri pada hari Sabtu, atas perintah zionis Israel.

Pemilik Atallah Eleiwat mengatakan bahwa ia telah mencoba untuk melisensikan rumahnya sejak pembangunannya 8 tahun yang lalu, tetapi tidak berhasil.
Eleiwat menambahkan bahwa keluarganya yang terdiri dari 7 orang tinggal di rumah yang sekarang dihancurkan.

Israel menggunakan dalih membangun tanpa izin untuk melakukan penghancuran rumah-rumah milik Palestina secara teratur.

Israel jarang memberikan izin warga Palestina untuk membangun di Yerusalem Timur, meskipun pemerintah kota Yerusalem telah mengklaim bahwa dibandingkan dengan populasi Yahudi, mereka menerima sejumlah kecil aplikasi izin dari komunitas Palestina, yang juga melihat peringkat persetujuan yang tinggi.

Bagi orang Yahudi Israel di permukiman ilegal Yerusalem Timur, perencanaan, pemasaran, pengembangan, dan infrastruktur didanai dan dieksekusi oleh pemerintah Israel. Sebaliknya, di lingkungan Palestina, semua beban dibebankan pada masing-masing keluarga untuk melalui prosesĀ  peraturan izin yang panjang yang dapat menempuh hingga beberapa tahun dan menelan biaya puluhan ribu dolar.

Menurut Daniel Seidemann dari NGO Terrestrial Jerusalem, “sejak 1967, Pemerintah Israel secara langsung terlibat dalam pembangunan 55.000 unit untuk permukiman Israel di Yerusalem Timur; sebaliknya, kurang dari 600 unit telah dibangun untuk Palestina di Yerusalem Timur, yang terakhir dibangun 40 tahun yang lalu.

Share:

Comments

comments