1 Syahid dan 48 Terluka di Aksi “Great March of Return” ke 50 Gaza

Spirit of Aqsa | Gaza – Pasukan penjajah Israel menembak dan menewaskan sedikitnya satu warga Palestina dan melukai 48 lainnya, termasuk empat paramedis dan dua wartawan, ketika mereka menekan peserta aksi “The Great March of Return” setiap Jum’at di perbatasan timur Jalur Gaza yang terkepung, pada aksi Jumat ke-50, 8 Maret 2019.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf al-Qudra, mengidentifikasi warga Palestina yang terbunuh itu adalah Tamer Khalid Arafat usia 23 tahun, dari Kota Rafah di Jalur Gaza selatan.

Kementerian mengatakan bahwa setidaknya 48 warga Palestina terluka akibat peluru tajam, peluru baja berlapis karet, dan tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan penjajah Israel kepada pengunjuk rasa yang berkumpul di perbatasan.

Di antara mereka yang terluka terdapat empat paramedis, dua jurnalis, dua wanita dan 15 anak-anak.

Paramedis yang terluka Ghaleb Abu Khater dengan peluru tajam di lengan, Bahjat al-Qassas, yang terluka dengan bom gas air mata di wajahnya, Muhammad Abu Juzr, 24, yang juga terluka di muka dengan bom gas air mata dan paramedis wanita Rasmiya Abu Mustafa yang menderita sesak napas gas air mata yang parah.

Aksi damai “The Great March of Return” diluncurkan pada 30 Maret oleh ribuan warga sipil Palestina di Gaza – yang telah menderita oleh blokade penjajah Israel selama satu dekade. Mereka turun ke perbatasan Gaza untuk menuntut hak mereka kembali sebagai penduduk asli ke tempat asal mereka, tanah air yang sekarang di rampok penjajah Israel.

Share:

Comments

comments