Roket Pejuang Palestina Buat Takut Penjajah Israel

Spirit of Aqsa, Gaza – Surat Kabar penjajah Israel, Yediot Ahronot, menyebut, roket buatan pejuang Gaza menjadi ancaman serius bagi pertahanan udara penjajah Israel. Mengutip Ramallah News, Ahad (7/7), Perlawanan Palestina menyerang wilayah Israel dengan 4225 roket dan mortir dalam perang musim panas tahun 2014 silam sementara pada tahun 2015 mereka melepas 27 roket ke wilayah yang diduduki Israel.

Serangan tersebut bertambah di tahun 2016 menjadi 46 roket, lalu di tahun 2017 meningkat menjadi 87 serangan roket. Sementara tahun Tahun 2018, Gerakan perlawanan Palestina meluncurkan 1.378 roket ke wilayah Israel. Hal ini mengakhiri masa tenang pasca gencatan senjata tahun 2014.

Sementara itu, Militer penjajah Israel menyebutkan bahwa Hamas berhasil mengembangkan sistem misil sehingga tak mampu dicegah pertahanan udara penjajah Israel.

“13 tahun setelah dimulainya perlawanan di Jalur Gaza, roket pejuang Gaza menjadi ancaman strategis bagi sistem pertahanan udara Israel. Roket tersebut yang sebelumnya hanya menempuh jarak 75 km meningkat dua kali lipat menjadi 150 km. Bahkan pada tahun 2012, pasukan perlawanan Palestina membuat IDF terkejut dengan M-75 yang menargetkan kota Yerusalem”, tulis Yediot Ahronot.

Pada tahun 2014, Pejuang Gaza melancarkan serangan roket ke kota Haifa, 140 kilometer dari Gaza. Mereka juga menggunakan R-160 yang memiliki jarak tempuh 150 km dengan hulu ledak sebesar 175 kg.

Surat kabar Israel tersebut juga mengungkapkan sistem misil lain milik Hamas, seperti G-80 yang sempat disembunyikan untuk mengejutkan Tel Aviv. Misil tersebut lalu digunakan menargetkan ibukota Israel dan Hadera yang yang terletak 100 kilometer dari Jalur Gaza.

Selain Hamas, Brigade Al-Quds dari Jihad Islam juga menciptakan misil canggih seperti Buraq-70 yang diperkirakan memiliki jarak tempuh 70 km dengan hulu ledak 90 kg menargetkan Bandara Ben-Gurion, Tel Aviv, Yerusalem serta pangkalan Halafim dekat Hebron.

Share:

Comments

comments