Serangan Israel Hancurkan 130 Bangunan dan Rusaknya 700 Tempat di Gaza

Spirit of Aqsa, Gaza – Ratusan rumah Palestina hancur selama serangan udara yang diluncurkan oleh pasukan Israel di Jalur Gaza sejak hari Jumat lalu, yang mengakibatkan mempengaruhi suasana bulan Ramadhan.

Media penjajah Israel Haaretz, melaporkan, serangan tiga hari mengakibatkan kerugian setidaknya sebesar US $ 5 juta (sekitar Rp 71 Milyar) berdasarkan jam penilaian awal setelah gencatan senjata yang dicapai oleh kedua belah pihak.

Menurut Naji Sarhan, Direktur Kementerian Tenaga Kerja pemerintah Palestina di Gaza mengatakan,  kelompok-kelompok kemanusiaan diwajibkan menemukan solusi bagi mereka.

“Seiring dengan mencari perumahan alternatif, ada keluarga yang membutuhkan bantuan segera dengan pasokan dasar dan kemanusiaan,” tambah Sarhan.

Ada 130 rumah yang hancur total sementara 700 tempat lainnya rusak, ujar Sarhan.

Menurut Sarhan, pihak berwenang di Gaza belum menyelesaikan pembangunan gedung hancur dalam Operation Protective Edgeselama musim panas 2014 yang diluncurkan penjajah, ketika 12.000 rumah hancur, kata Sarhan.

Sekitar 9.700 di antaranya telah selesai dan ratusan keluarga lainnya masih membutuhkan solusi, tambahnya.

Sementara itu, organisasi Pusat Hak Asasi Manusia Al Mezan yang memantau kerusakan yang disebabkan oleh serangan menemukan bahwa konflik tiga hari adalah yang terburuk sejak Perang Gaza tahun 2014.

Pada saat itu, total 12.000 rumah hancur tetapi hanya 9.700 unit yang dipulihkan sejauh ini.

Selain itu, perusahaan pemasok listrik di Gaza juga menginformasikan bahwa ada kerusakan parah pada jaringan listrik. Para nelayan di Khan Yunis menceritakan adabta kerusakan kapal dan pelabuhan.

Maan News melaporkan sebanyak 13 sekolah di Jalur Gaza rusak parah akibat serangan yang menewaskan 27 warga Palestina serta melukai setidaknya 154 orang.

Kementerian Pendidikan Palestina di Gaza mengatakan jendela dan pintu di 13 sekolah benar-benar rusak serta dinding-dinding bangunan yang retak oleh rudal.

Sementara itu, warga Gaza menggunakan kesempatan gencatan senjata untuk menguburkan para korban yang terbunuh oleh serangan Israel.

Anggota parlemen Jamal al-Khudari, ketua Komite Rakyat untuk Menembus Pengepungan, mengatakan bahwa blokade Israel selama 13 tahun telah menyebabkan 300.000 pekerja di Gaza menganggur.

Awal Ramadhan dimulai hari Senin di seluruh Jalur Gaza, dimana masjid-masjid dipenuhi umat Islam untuk tarawih pada hari Ahad malam.

Persiapan Ramadhan sudah dimulai minggu lalu di pusat-pusat kota di Jalur Gaza dan pusat-pusat bisnis dinyalakan dengan lampu lampion yang melambangkan bulan.

“Itu adalah akhir pekan dan akhir bulan, ada orang-orang yang tetap menerima gaji mereka dan jadi kami berharap sesuatu akan berubah. Pemilik toko dan pasar dipenuhi dengan harapan bahwa akan ada pembeli sebelum awal bulan, ”kata Moneira, seorang aktivis sosial yang tinggal di lingkungan di Gaza.

Ketika serangan dimulai pada Jumat malam, sukacita itu lenyap, katanya. Ia berhadap Ramadhan ini berlangsung dengan kegemberiaan hingga akhir bulan.

“Sepertinya seseorang ingin menjaga kita dari kegembiraan ini, dan sepanjang akhir pekan dan kemarin malam berubah menjadi mimpi buruk yang besar,” kata Moneira.

“Saya tidak tahu apakah malam ini dan beberapa hari mendatang orang akan pulih, tetapi sayangnya itu tidak lagi tergantung pada mereka,” ujarnya.

Share:

Comments

comments