Ramadhan, Penjajah Israel dan Pejuang Palestina Hentikan Pertempuran di Gaza

Spirit of Aqsa, Gaza – Pertempuran di Jalur Gaza dan wilayah selatan penjajah Israel berakhir dengan gencatan senjata yang dilakukan pada Senin (6/5) waktu setempat. Langkah ini diambil setelah ratusan roket dilontarkan dari wilayah Palestina dan penjajah Israel melancarkan serangan udara.

Dikutip dari reuters.com, Selasa (7/5), penjajah Israel tidak mengakui kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok-kelompok yang berkuasa di Gaza, Palestina karena mereka dianggap organisasi radikal. Namun Juru Perdana Menteri penjajah Israel mengatakan pihaknya melakukan aksi timbal balik untuk sama-sama diam (gencatan senjata).


Penjajah Israel melakukan serangan udara pada untuk membalas dua prajuritnya terluka akibat tembakan penembak jitu di sepanjang perbatasan Gaza.

Militer penjajah Israel mengatakan lebih dari 600 roket dan proyektil jenis lainnya, ditembakkan di kota dan desa di wilayah selatan penjajah Israel. Serangan itu dibalas dengan gempuran terhadap sekitar 320 tempat yang diduga tempat bercokolnya kelompok-kelompok garis keras di Gaza, Palestina.

Berakhirnya pertempuran di Jalur Gaza dan selatan Israel yang dimulai sejak 3 Mei 2019, terjadi setelah para pejabat tinggi Mesir, Qatar dan PBB membantu memediasi. Hal ini disambut positif masyarakat Gaza mengingat masuknya bulan suci Ramadan.

“Ini bulan Ramadan yang sangat berat. Kami seperti tidak merasakan perayaan,” kata Sumayya Usruf, warga Gaza.

Share:

Comments

comments