Penjajah Israel Jadi Ejekan, Lari Dilempar Batu Pejuang Palestina

Spiritofaqsa.org, Palestina – Sebuah kamera tersebunyi baru-baru ini menangkap adegan seorang perwira militer Israel yang sedang memukul kepala anak buahnya secara terang-terangan, setelah melarikan diri dari lemparan batu para pemuda Palestina.

Sebuah rekaman video diunggah RT News dan beredar di Twitter, mengundang ejekan publik khususnya terhadap Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang setiap saat selalu membawa senjata dan peralatan lengkap.

Video dengan jelas menunjukkan seorang perwira IDF memarahi para tentaranya setelah mereka bersembunyi di balik tembok untuk menghindari batu yang dilemparkan pemuda Palestina di desa Kafr Qaddum Tepi Barat hari Jumat (4/10), dikutip situs berita Palestina Sama.

“Kamu sedang tidur! Bangun!, ” katanya dapat dengan nada sambil memukul kepala dua tentaranya.

Laman Press TV memposting video di akun Twitter dengan nada mengejek, ‘Apakah ini tentara terkuat di Timur Tengah?’.

Warga Kafr Qaddum telah lama mengadakan aksi demonstrasi, khususnya setiap hari Jumat untuk menentang permukiman Israel. Tiga orang, termasuk seorang aktivis perdamaian Israel, dilaporkan terluka selama protes minggu ini setelah bentrokan meletus, menurut kantor berita WAFA.

Penduduk desa Kafr Qaddum telah memulai aksi protes pada 2011 melawan penyitaan tanah dan penutupan jalan desa oleh penjajah Israel. Jalan warga yang telah ditutup selama 14 tahun adalah rute utama ke kota terdekat Nablus, pusat ekonomi terdekat.

Kelompok Hak Asasi Israel B’Tselem, mengatakan aksi tentara Israel memblokir jalan setelah memperluas permukiman ilegal Israel di Kedumim pada tahun 2003, memaksa warga desa untuk mengambil jalan bypass, yang telah memperpanjang waktu perjalanan ke Nablus dari 15 menit menjadi 40 menit

Dalam perkembangan terpisah, Anggota Parlemen Palestina Jamal al-Khodari mengatakan 100 persen pabrik Palestina di Gaza telah mengalami kerusakan total akibat serangan rezim Zionis selama 12 tahun terakhir.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ratusan toko dan pabrik terpaksa tutup setelah serangan Israel sementara Israel masih menjatuhkan sanksi pada impor dan ekspor Gaza.

“Kerugian ekonomi langsung Gaza diperkirakan mencapai 70 juta dolar AS per bulan (Rp 991 miliar),” katanya.

Share:

Comments

comments