Tabligh Akbar Medan: Al Aqsa Dalam Bahaya

Spirit of Aqsa – Al-Quds adalah kota dengan sejarah perjalanan yang panjang. Hampir semua nabi dan rasul pernah datang ke al-Quds, bahkan tinggal dan beranak pinak disana. Al-Quds sebagai ibukota Palestina, bagi umat Islam menjadi kota yang mengikat dalam perjalanan sejarah umat dan kota yang menghujam ke dalam sanubari jiwa mereka yang beriman. Namun, sejak tahun 1948, al-Quds dirampas dan dijajah oleh Zionis Israel.

Sejak saat itu, berbagai upaya dilakukan Zionis Yahudi di seluruh dunia dengan sekutunya Amerika menguasai al-Quds dan Palestina sampai sekarang.

Dinamika al-Aqsa tersebut dipaparkan oleh syekh Munzir, anggota ulama Palestina diaspora bersama ustadz Umar Makka, sekjen Spirit of Aqsa pada acara tabligh akbar Palestina yang digelar oleh SoA dan RBM di Medan, 5 Januari 2020.

Fenomena Yahudisasi dan pembangunan permukiman Yahudi di kota al-Quds tidak pernah berhenti satu saat pun selama lebih dari enam puluh tahun. Di dalamnya, penjajah Israel mampu mengeksploitasi prosedur-pdosedur dan keputusan-keputusan Amerika di kota itu, dan bahkan cepat dalam melakukannya diantaranya penyerbuan Imigran Ilegal zionis Yahudi dalam jumlah besar setiap tahunnya.

Pemerintah penjajah Israel terus berupaya dan bergantung dengan imigran Yahudi agar dapat terus bercokol di Palestina serta untuk mengimbangi populasi Arab dan muslim bahkan kini populasi Imigran Yahudi lebih banyak daripada umat Islam di Al-quds.

Syekh Munzir menuturkan, “Dulu populasi umat Islam di Al-quds 94% namun kini setelah migrasi besar-besaran Zionis Yahudi, Umat Islam menjadi minoritas bahkan populasi Yahudi mencapai 85%”.

Sebelumnya Lembaga biro Pusat Statistik Israel melaporkan bahwa jumlah inigran Yahudi yang berimigrasi ke Palestina berdasarkan “Law of Return tahun 1950’’, mencapai 3,2 juta jiwa sejak tragedi Palestina 1948.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa 43% warga Yahudi telah berimigrasi ke wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1990.

Hingga saat ini jumlah penduduk Israel mencapai 8,9 juta jiwa berdasarkan laporan statistik terakhir, termasuk mereka yang tinggal di Al-Quds dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Sementara itu sekretaris jenderal Spirit of Aqsa, Ustadz Umar Makka menyampaikan pentingnya umat Islam memahami kedudukan dan kewajiban membela Masjidil Aqsha.

Diantara langkah yang bisa ditempuh dalam membela Masjidil Aqsha dari cengkeraman penjajah Israel, kata beliau, adalah dengan mengadakan edukasi bagi jamaah yang ingin melakukan perjalanan ke Masjidil Aqsha, yang mencakup sejarah, keutamaan, letak, kondisi, serta persoalan di Al-quds dan Masjid al-Aqsa. Sebab, faktanya, masih banyak umat Islam yang belum paham kondisi sesungguhnya di Masjid al-Aqsa.

“Hampir setiap hari puluhan bahkan ratusan Imigran Yahudi menyerbu dan menistakan masjid suci al-Aqsa, sedangkan masih sangat sedikit umat Islam yang mengunjungi masjid suci ke tiga tersebut”, ungkap ustadz Umar Makka.

Ustadz Umar pada kesempatan tersebut mengajak umat Islam untuk berziarah ke Masjid al-Aqsa. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memerintahkan ummatnya untuk mendatangi masjid al-Aqsa. Menandakan betapa besar kedudukan Baitul Maqdis atau Al Aqsa bagi Nabi Muhammad SAW.

“Jika sedikit dari umat Islam yang datang ke Masjid Al Aqsa, maka para penjajah zionis serta imigran Yahudi akan lebih leluasa untuk menistakan Masjid suci kita, dan yang paling berbahaya adalah jika zionis Israel berhasil membagi masjid al-Aqsa”, lanjut ustadz Umar Makka yang baru-baru ini telah ziarah ke Masjid Al Aqsa.

Al Aqsa dalam bahaya besar, olehnya wajib bagi umat Islam untuk membebaskannya. Jika belum bisa datang kesana untuk ribath (berjaga-jaga) atau sekedar beribadah, maka berilah minyak untuk menyalakan lampunya, dalam artian, bantu para murobith (penjaga) masjid al Aqsa agar tetap tegar mewakili kita dalam memperjuangkan kehormatan umat Islam (al-aqsha). Terang kedua pemateri tabligh akbar tersebut.

Share:

Comments

comments