Ramadhan Pertama Gaza: 25 Syahid dan 150 Terluka oleh Serangan Udara Israel

Spirit of Aqsa – Gaza | Agresi pembantaian Israel di Jalur Gaza semakin meningkat, 25 warga Palestina dinyatakan gugur syahid dan lebih dari 150 luka-luka.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan bahwa diantara korban jiwa, lima diantaranya adalah anak-anak dibawah umur, dan delapan lainnya terluka, setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza utara.

Para syuhada di Jalur Gaza utara adalah: Ahmed Ramadan Al-Ghazali usia 4 bulan, Ahmed Ramadan Ragab Al-Ghazali 31 tahun, Iman Abdullah Musa Asraf 30 tahun, Abdul Rahim Mustafa Taha Al-Madhoun, anak Abdul Rahman Talal Attia Abu Aljidian 12 tahun.

Kementerian juga mengumumkan kesyahidan Abdulla Abdul Rahim Al-Madhoun 22 tahun, Fadi Ragheb Badran 31 tahun, Amani Al-Madhoun (Abu Al-Amrin) 33, beserta bayinya Ayman Al-Madhoun (9 bulan), yang meninggal dalam rahim ibunya Amani, yang gugur syahid pada hari kedua agresi Israel Ahad, (5/4)

Sesaat sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan kematian Mohammed Abdel Nabi Abu Armaneh (30 tahun) dan Mahmud Samir Abu Armaneh (27 tahun) dengan penembakan di Jalur Gaza tengah.

Kemudian, kesyahidan Mousa Hussein Muammar (24 tahun) dan Ali Abdul Jawad (51 tahun) dan Hani Hamdan Abu Sha’ar (37 tahun) dan tiga orang lainnya terluka akibat penargetan Zionis di Rafah.

Pada hari Minggu malam, tiga warga Palestina kembali gugur syahid dalam dua insiden terpisah: agresi Israel di Jalur Gaza, Bilal Mohammed al-Banna dan Abdullah Abu al-Atta di sebelah timur lingkungan Al-Shojaeya kota Gaza, dan Ahmed Abdul Khudri (34 tahun), serta melukai tiga orang di Jalan Sidra di Gaza tengah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan tentaranya untuk terus melanjutkan “serangan intensif” di Gaza. Sebelumnya pada hari itu, tentara penjajah Israel mengumumkan bahwa mereka siap untuk melanjutkan eskalasi selama berhari-hari, dan memanggil brigade kendaraan lapis baja ke perbatasan Jalur Gaza.

Sementara itu, kantor media pemerintah di Gaza mengumumkan bahwa lebih dari 150 serangan Israel menargetkan sekitar 200 guru sipil di Jalur Gaza.

Kantor media tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa pemboman itu menargetkan bangunan tempat tinggal warga sipil, masjid, bengkel, toko, lembaga, media, dan lahan pertanian.

Dikatakan bahwa roket penjajah itu menembaki dan menghancurkan tujuh bangunan tempat tinggal, termasuk 3 institusi media, diantaranya adalah kantor media Turki Anadolu Agency.

Serangan Israel juga menargetkan 21 lokasi pelatihan dan 17 titik pantau milik pejuang Palestina.

Tentara penjajah Israel mengatakan hari ini bahwa mereka menargetkan lebih dari 120 situs milik Hamas dan Jihad Islam. Israel menunjukkan bahwa sekitar 250 roket ditembakkan dari Gaza ke kota-kota Israel dan permukiman yang berdekatan dengan Jalur Gaza.

Korban terakhir dari serangan itu adalah dua warga Palestina, yang mati syahid di kamp pengungsi al-Bureij di Jalur Gaza tengah setelah menargetkan sekelompok orang. Brigade Al-Quds, sayap bersenjata Jihad Islam, mengatakan keduanya adalah anggota kelompoknya.

Sebelumnya, Ashraf al-Qadra, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “seorang ibu Palestina Abu Arar (37 tahun) syahid bersama dengan anak laki-laki yang dikandungnya dan putrinya yang berusia 1 tahun lebih.

Share:

Comments

comments