25 Syahid dan Ratusan Terluka dalam Serangan Penjajah Israel di Gaza

Spirit of Aqsa, Gaza – Serangan Israel di Jalur Gaza membuat 25 warga Palestina syahid dan sedikitnya 154 terluka, setelah penjajah Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata pada dini hari, yang ditengahi Mesir.

Ketegangan meletus di Jalur Gaza sejak hari Jumat setelah pembunuhan empat warga Palestina, dua dalam serangan udara penjajah Israel di Gaza selatan dan dua selama tembakan langsung rezim penjajah terhadap demonstran anti-pendudukan di dekat pagar pemisah di kantong pantai yang diblokade penjajah Israel.

Di antara 16 warga Palestina yang gugur adalah seorang ibu hamil dan bayi perempuan berusia 14 bulan.

Penjajah Israel mengklaim bahwa mereka memulai serangan setelah dua tentaranya terluka oleh tembakan Palestina di dekat perbatasan Gaza dan mengenai posisi Hamas, kutip Palestine News Network (PNN).

Gerakan perlawanan mengatakan Tel Aviv telah melanggar “kesepakatan” gencatan senjata sebelumnya, dan menyebabkan mereka membalas serangan penjajah Israel dengan roket.

550 Roket

Sumber-sumber penjajah mengatakan sekitar 550 roket telah ditembakkan ke Jalur Gaza yang diduduki selama beberapa hari terakhir. Militer Israel mengatakan pesawat tempurnya telah menargetkan sekitar 180 lokasi di Jalur Gaza.

Tembakan roket terbaru dari Gaza menewaskan seorang pria Israel berusia 60 tahun. Sebanyak 83 warga Israel juga terluka.

Sementara itu, sekitar 320 tempat di Jalur Gaza yang diblokade menjadi sasaran sejak Sabtu oleh tentara Israel, menurut sebuah pernyataan.

Avichay Adraee, juru bicara militer penjajah Israel mengklaim bahwa titik pengintaian, gudang bawah tanah dan pusat militer pejuang Hamas dan Jihad Islam menjadi sasaran.

Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyah menyatakan, situasi hanya akan mereda jika penjajah Zionis menghentikan serangan terhadap warga sipil. “Kami menekankan, semakin keras serangan ‘Israel’ terhadap warga Palestina, semakin kuat pula kami merespons,” ujar Haniyah.

“Rakyat Palestina hidup dalam kepungan selama lebih dari 12 tahun. Mereka hanya menuntut hak-hak mendasar yang dijamin oleh hukum dan konvensi internasional,” ujarnya dikutip MEE.

Eskalasi di Jalur Gaza dimulai ketika empat warga Palestina mati syahid, termasuk seorang remaja, dan 51 lainnya terluka pada hari Jumat dalam serangan tentara Israel di situs-situs yang berafiliasi dengan Hamas dan serangan terpisah pada sebuah demonstrasi menentang pendudukan selama sepuluh tahun dan pengepungan Jalur Gaza.

Jalur Gaza telah berada di bawah pengepungan Israel sejak Juni 2007, menyebabkan penurunan standar hidup serta pengangguran dan kemiskinan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Penjajah Israel juga telah meluncurkan beberapa perang di pesisir Palestina, yang terakhir dimulai pada awal Juli 2014.

Share:

Comments

comments