Dari Bumi Papua Kita Bela Tanah Isra’ Mi’raj Rasulullah

Spirit of Aqsa – Jayapura | Sebagai lembaga yang berkomitmen memperjuangkan pembebasan Masjid al-Aqsa dari cengkraman Zionis Yahudi, Spirit of Aqsa (SoA) terus melakukan roadshow edukasi seputar Baitul Maqdis di berbagai kota di Indonesia.

Kali ini, tim SoA bersama Dr. Ahed Abu Al Atha, ketua diaspora ulama Palestina Asia Tenggara melakukan roadshow di Jayapura, Papua. Roadshow yang diadakan sejak hari Ahad itu tak lepas dari tantangan di tengah perjalanan. Apalagi, Jayapura terkenal dengan penduduk mayoritas Kristen.

Bahkan simbol Yahudi di kota tersebut bukan hal yang tabuh untuk ditemui. Bintang David yang dipadukan dengan gambar Yesus misalnya, penduduk setempat menyulapnya menjadi stiker-stiker lalu ditempelkan di tempat umum dan kendaraan mereka.

“Di perjalanan dari Masjid Tanah Hitam ke Masjid Baiturrahim BTN SKYLINE tim dikejutkan dengan stiker-stiker Yahudi di mobil-mobil penduduk Kota Jayapura,” tutur Ustadz Sulaiman, tim SoA.

“Stiker itu dipadukan antara bintang david dan Yesus. Bintang david itu didesain sedemikian rupa lalu ditempel di tempat umum,” lanjutnya.

“Sebelumnya tim sempat ragu apakah benar Kristen mengidolakan yahudi? Sebenarnya tidak ada orang Israel di sini, tapi orang Kristen di sinilah yang datang ke sana setiap tahun untuk memperkuat hubungan mereka.” Pungkas Ustadz Sulaiman saat menirukan perbincangannya dengan tokoh masyarakat setempat.

“Penduduk asli Jayapura adalah Kristen, dan mereka lebih mengidolakan yahudi Israel daripada Kristen Roma,”

Walau demikian, lanjut Ustadz Sulaiman, roadshow berjalan lancar dan di simak penuh antusias oleh masyarakat muslim Jayapura.

Pada roadshow tersebut, Syeikh Ahed sebagai pemateri menganjurkan kepada jamaah untuk mensyiarkan simbol-simbol Al-Aqsa di bumi Papua. Karena masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam, dan merupakan rekomended dari Rasul untuk dikunjungi. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam juga bangga dengan simbol-simbol Baitul Maqdis.

Meski demikian, Dr. Ahed Abu Al Atha meminta kepada para jamaah untuk tidak frontal dalam hal ini. Pensyiaran simbol-simbol Baitul Maqdis tersebut harus dilakukan dengan sistematis dan teroganisir agar tidak terjadi kesalahfahaman yang menimbulkan konflik.

“Maka pemasangan ini, dimulai di masjid, di rumahnya. Ini untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Masjid Alaqsa.” Tutup Ustadz Sulaiman.

Sebelumnya, roadshow edukasi Baitul Maqdis yang diadakan di Masjid Baiturrahim Kota Jayapura, Papua, dihadiri oleh ratusan jamaah. Turut hadir anggota DPRD Jayapura, H Darwis.

Share:

Comments

comments