Pasukan Penjajah Israel Kembali Tangkap 11 Warga di Tepi Barat

Spirit of Aqsa- Kamis Malam, (3/1), Penjajah Israel kembali menangkap 11 warga Palestina di Tepi Barat.

Saksi mata mengungkapkan bahwa empat warga ditangkap di Kegubernuran Jenin: Usama Turkman dan Hussam Abu Attiya, serta walikota kotamadya Fawqua, Barakat Omar Naji al-Amri (45) dan Hisham Mahmoud Abu Farha.

Di kota Housan di Betlehem, penjajah Israel menangkap Mohammed Ali Sabatin, Amr Omran Zaoul dan empat warga lainnya dari beberapa kota di Qalqilya: Zia Rajab Qaddoumi (29), Mizan Barham, Malik Zaki Berri dan Mohammad Ammar Bari. Ammar Nasser Habis dari kota Deir Abu Meshaal di provinsi Ramallah dan Al-Bireh.

Sebelumnya di Di kota Kafr Qudum, Qalqilia, penjajah Israel menangkap 4 orang warga: Alaudin Syatiwi (26) Namer Muhammad Syatiwi (28) Thariq Nabil Ali (16) dan Qushai Asad Syatiwi (15).

Sementara lima warga lainnya di tangkap dari sejumlah daerah di Nablus: Amir Isytiyeh, Ala Samih A’raj, Umar Ibrahim Tartir dan Nidzal Khalaf Haji Muhammad serta Shalih Amir.

Di kota Sair Hebron, pasukan Israel menangkap tiga orang pemuda: Yazin Raghib Farukh, Qushai Namir Farukh, Abdullah Musa Jaradat,Bisyar Yaqub Badawi, Huzaifah Muhammad Zahur, dan Khalid Raed Daraghimah dari Thubas.

Di lain pihak, aksi perlawanan berlangsung di Jenin Utara, Tepi Barat, pasca serbuan penjajah Israel dan menangkap 5 warga dari berbagai daerah berbeda.

Saksi mata di lapangan mengungkapkan bahwa aksi perlawanan berlangsung di kamp Jenin, terdengar suara ledakan dan penembakan di daerah Jabriyat. Penjajah Israel juga menangkap 2 orang pemuda: Ahmad Bani Ghurah dan Ahmad Naubani.

Aksi perlawanan lainnya terjadi di daerah Timur, seorang pemuda Muhammad Adnan Makhzumi ditangkap, perlawanan terus berlanjut sampai penjajah Israel meninggalkan daerah tersebut.

Di kota Yabud, Jenin Selatan, pasukan Israel menangkap Muhammad Jihad Abu Bakar dan Usamah Khalil Amaranah lalu memeriksa rumah keduanya.

Sementara penggerebegan terjadi pasca serbuan penjajah Israel ke Barat Jenin, dan perlawanan tak bisa dihindari di gerbang kota sampai pagi hari

Share:

Comments

comments