Selama Juni, 2800 Imigran Zionis Nistakan Masjid Al-Aqsa

Spirit of Aqsa – Al-Quds|Sumber-sumber media Palestina melaporkan bahwa sebanyak 2800 imigran ilegal zionis yahudi telah menyerbu masuk ke area Masjid Al-Aqsha pada bulan Juni 2019.

Pusat Studi Israel dan Palestina di Al-Quds mengatakan bahwa jumlah imigran zionis yang menyerbu Masjid Al-Aqsha selama bulan Juni telah berlipat ganda dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Data menunjukkan bahwa jumlah imigran Yahudi yang menyerang masuk ke Masjid Al-Aqsha berjumlah 2550, ditambah 250 siswa dari kelompok penyeru pendirian kuil Yahudi di atas masjid al-Aqsha.

Pusat studi ini memperingatkan bahwa di antara mereka yang menistakan Masjid Al-Aqsha pada bulan Juni lalu adalah orang-orang Yahudi ekstrem dan mantan anggota Knesset Israel Yehuda Glick untuk merayakan apa yang mereka sebut “Unifikasi Yerusalem”.

Selama bulan Juni terjadi sejumlah serangan dan pengusiran terhadap para jamaah yang beri’tikaf di dalam masjid selama bulan Ramadhan, selain upaya-upaya penodaan dan infiltrasi yang dilakukan para imigran ekstremis Yahudi, serta pasukan penjajah Israel.

Pusat Studi di al-Quds ini menilai bahwa besar jumlah imigran Yahudi yang menyerbu Masjid Al-Aqsha ini “menjelaskan kebijakan penjajah Israel yang berkelanjutan dalam mengukuhkan status quo dengan mengizinkan jumlah imigran Yahudi yang berlipatganda untuk menyerbu Masjid AL-Aqsha.”

Menurutnya, “Angin deal of century dan normalisasi Arab yang dilakukan dengan cepat dengan Tel Aviv ini, pada gilirannya berdampak pada terbukannya selera penjajah Israel untuk meneguhkan pembagian waktu Masjid Al-Aqsha (antara kaum muslimin dan Yahudi).”

Jika ini terjadi maka jelas bahwa pembagian Masjid Al-Aqsha akan disertai dua hal; pertama penutupan masjid untuk beberapa waktu, dan yang kedua ditentukannya waktu bagi para imigran zionis untuk menyerbu area masjid. “Ini menunjukkan keseriusan tahap saat ini, dan kesibukan entitas penjajah Israel untuk mengkonsolidasikan perimbangan yang ada, di tengah-tengah realitas regional dan lokal.”

Patut dicatat bahwa polisi penjajah Israel setiap hari mengizinkan para imigran pendatang Yahudi untuk menyerbu masuk ke area Masjid Al-Aqsa dari sisi gerbang barat dan mengawal mereka serta memberikan perlindungan penuh sampai mereka keluar melewati gerbang Silsilah.(pic)

Share:

Comments

comments